Resbob Berhasil Diringkus di Semarang Usai Kabur ke Beberapa Kota

- Selasa, 16 Desember 2025 | 11:10 WIB
Resbob Berhasil Diringkus di Semarang Usai Kabur ke Beberapa Kota

Resbob Akhirnya Tertangkap, Setelah Berkeliling Sembunyi di Beberapa Kota

Muhammad Adimas Firdaus Putra Nasihan, atau yang lebih dikenal sebagai Resbob, akhirnya diamankan pihak berwajib. Konten kreator dan YouTuber ini sempat membuat repot polisi karena terus berpindah tempat.

Menurut keterangan dari Polda Jawa Barat, penangkapan akhirnya terjadi di Semarang, Jawa Tengah. Tapi perjalanan untuk menangkapnya tidak singkat. Sebelum terpojok di Semarang, Resbob kabur ke beberapa kota lain, mulai dari Surabaya, Solo, hingga Surakarta. Dia benar-benar berusaha menghilang.

Dirressiber Polda Jabar, Kombes Resza, menjelaskan alasan penangkapan ini.

"Kita berhasil menangkap tersangka yang minggu lalu membuat gaduh di media sosial," ujarnya.

"Yang mana konten videonya pada saat streaming di YouTube itu mengucapkan ujaran kebencian pada salah satu suku yang ada di Indonesia," lanjut Resza.

Pencarian sudah dilakukan sejak Jumat lalu. Polisi mendapat sejumlah laporan bahwa pria itu kabur dengan cara berpindah-pindah kota, mencoba mengacak-acak jejak.

"Kita sudah melakukan pencarian dari Jumat kemarin, sudah ada pelaporan. Yang bersangkutan pindah-pindah kota, Surabaya, kemudian Surakarta, terakhir ditangkap di Semarang," paparnya lebih rinci.

Setelah ditangkap, Resbob akan segera dibawa ke Polda Jawa Barat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pasal yang menjeratnya adalah Pasal 28 Ayat 2 UU ITE tentang ujaran kebencian bermuatan SARA. Ancaman hukumannya tidak main-main.

"Ancaman hukuman 6 tahun kurungan penjara," tegas Resza.

Kasus ini sendiri berawal dari konten Resbob yang memicu kemarahan publik. Dia disebut menghina suku Sunda dan Viking, sebutan untuk suporter fanatik Persib Bandung. Ucapannya itu langsung berbuah laporan polisi, salah satunya dari Viking Persib Club.

Dampaknya pun merembet ke berbagai aspek kehidupannya. Kampusnya, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, mengambil sikap tegas. Mereka secara resmi mengeluarkan Resbob dari kampus. Alasannya, dia dinilai telah melanggar kode etik dan tata pergaulan mahasiswa di lingkungan kampus. Sebuah akhir yang pahit untuk perjalanan akademisnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar