Rupanya, tangis itu muncul karena haru. Epy merasa lega bisa punya sumber rezeki lain di luar dunia entertaint yang selama ini digelutinya. Itu adalah wujud cemas dan sayangnya sebagai kepala keluarga.
"Karena ya selama ini harapannya kan dari hasil kerjanya dia sebagai sosok yang bekerja di dunia entertaint gitu, bisa menafkahi anak istri," jelas Karina.
"Tapi ini dia ngasih warung kecil itu kayak meninggalkan, 'Ini loh buat bekal kalian' gitu."
Suaranya terdengar pelan namun penuh tekad. "Nah tinggal sayanya bagaimana? Untuk menjalankan amanah beliau. Apakah bisa terus?"
Pertanyaan itu tentu saja punya jawaban yang jelas baginya. Melihat harapan almarhum, Karina bertekad mempertahankan bisnis warung itu. Tidak ada pilihan lain, ini soal menyambung hidup dan masa depan anak semata wayangnya.
"Jadi ya, saya pastinya akan bekerja keras," tekadnya.
"Saya masih punya anak yang masih akan tetap mengejar pendidikan, sekolah. Kita harus hidup, harus makan, harus tetap bertahan dengan kondisi apapun. Dan ya saya akan menjadi tulang punggung untuk anak saya selama saya masih sehat," pungkas Karina Ranau.
Artikel Terkait
Fadly Faisal Kenang Lula: Dia Traveling ke Eropa, Tapi Pesan Rendang
Tabung Pink di Apartemen Dharmawangsa: Kematian Lula Lahfah Tetap Jadi Misteri
Irfan Hakim Buka Suara Soal Video yang Dituduh Normalisasi Penelantaran Anak
Ammar Zoni Mohon Tak Dikembalikan ke Nusakambangan Usai Sidang