Richa Novisha Ungkap Detik Mencekam Saat Kabar Kecelakaan Gary Iskak Sampai ke Rumah

- Selasa, 09 Desember 2025 | 09:40 WIB
Richa Novisha Ungkap Detik Mencekam Saat Kabar Kecelakaan Gary Iskak Sampai ke Rumah

Detik-detik Richa Novisha Mendengar Kabar Kecelakaan Gary Iskak

Sabtu, 29 November, menjadi hari yang kelam bagi dunia hiburan. Gary Iskak meninggal dunia setelah mobil yang dikemudikannya terlibat kecelakaan tunggal di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Kronologi bagaimana sang istri, Richa Novisha, pertama kali mendengar berita buruk itu diungkapkan dalam podcast Denny Sumargo. Saat kejadian, Richa sedang ada di rumah. Ia baru saja pulang dari sebuah acara sekitar tengah malam.

Rasa lelah setelah seharian beraktivitas membuatnya ingin segera beristirahat. Namun, tak lama setelah ia bersiap tidur, sekitar pukul setengah dua dini hari, bel rumah berbunyi.

Yang datang adalah seorang teman Gary. Langsung saja, perasaan Richa jadi tidak karuan. Ada sesuatu yang salah. Kenapa teman suaminya datang di jam segitu? Dan yang lebih membuatnya cemas, Gary tidak terlihat.

"Aku posisinya jam 00.00 baru sampai rumah, habis ada acara. Sampai rumah, 1.30 WIB mau tidur, baru beberapa menit tiba-tiba dipanggil dari pager 'Bund, maaf bund'. 'kenapa bang?' karena aku tahu itu temannya almarhum, kan aku pikir kayak mau pinjam kunci atau gimana," kenang Richa.
"Terus dia bilang 'bund maaf boleh keluar sebentar nggak?'. Terus aku udah nggak enak feeling-nya, karena kan almarhum perginya sama dia, kok almarhum nggak ada, nggak balik," sambungnya, menggambarkan kegelisahan yang mulai menyergap.

Kekhawatirannya ternyata bukan tanpa alasan. Di luar, teman Gary itu menyampaikan kabar yang menghancurkan: Gary mengalami kecelakaan dan kondisinya kritis. Richa syok. Pikirannya langsung blank. Tanpa pikir panjang, ia memutuskan untuk langsung meluncur ke rumah sakit, menyetir sendiri mobilnya.

"Aku keluar terus diceritain 'Bang Gary kritis'. Aku syok 'gimana jangan bercanda deh'," ujar Richa. "Diceritain, terus aku langsung ke rumah sakit, aku nyetir."

Tapi apa yang dilihatnya di ruang gawat darurat RS Suyoto jauh lebih mengerikan dari bayangannya. Kondisi Gary sangat mengenaskan. Darah masih mengucur deras dari luka-lukanya.

"Sampai di rumah sakit di IGD itu darahnya udah banyak banget, lagi mengucur banyak banget. Karena kejadiannya katanya beliau terbentur pohon. Keluar darah dari mulut, hidung. Jujur aku nggak kuat banget. Pas masuk IGD aku keluar lagi, nggak kuat," ungkapnya dengan suara lirih.

Malam itu, Richa dan keluarga hanya bisa menunggu di luar ruangan. Mereka berjaga tanpa tidur, berharap ada keajaiban. Dokter yang menangani pun sudah memberikan penjelasan yang jujur tentang kondisi kritis Gary akibat pendarahan yang tak kunjung berhenti.

Harapan itu akhirnya pupus. Pukul 9.24 pagi, Gary Iskak dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya kemudian dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada sore harinya, mengakhiri perjalanan seorang aktor yang dikenang banyak orang.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar