Park Na Rae Dituding Lakukan Perawatan Ilegal, Siapa Sebenarnya Jusa-Imo?

- Senin, 08 Desember 2025 | 12:50 WIB
Park Na Rae Dituding Lakukan Perawatan Ilegal, Siapa Sebenarnya Jusa-Imo?

Park Na Rae dan Badai Kontroversi: Dari Dugaan Medis Ilegal hingga Pembelaan 'Jusa-Imo'

Nama Park Na Rae lagi-lagi ramai diperbincangkan. Komedian dan penyiar ternama Korea Selatan itu kini harus berhadapan dengan sederet tudingan yang cukup serius. Selain isu penggelapan dana dan perundungan terhadap karyawan, ia juga terseret dalam laporan soal praktik medis ilegal yang diungkap media Dispatch akhir tahun lalu.

Soal penggelapan dana, pihak agensinya sudah angkat bicara. Mereka membantah keras dan bersikap tegas akan menempuh jalur hukum. Tapi, yang bikin publik penasaran adalah kasus yang satu ini.

Menurut laporan investigasi Dispatch di Desember 2025, Park Na Rae diduga menerima infus berisi obat depresi. Yang jadi masalah, infus itu diberikan lewat resep perantara, bukan secara langsung. Bahkan, prosesnya dilakukan di rumahnya sendiri.

Lebih runyam lagi, Dispatch menyebut orang yang memberikan infus itu bukan dokter berlisensi, melainkan seorang yang dijuluki 'Jusa Imo'. Media itu berargumen, semua prosedur yang dijalani Na Rae ilegal adanya.

Nah, mendengar laporan itu, kuasa hukum Park Na Rae, Lee Se Jung dari firma Lee & Ko, langsung buka suara.

"Tidak ada masalah hukum dengan perawatan medis Park Na-rae," tegasnya, seperti dikutip The Chosun Daily.
"Karena jadwal syutingnya yang sangat padat, dia meminta kunjungan rumah dari dokter dan perawat di rumah sakit langganannya. Itu saja," jelas Lee Se Jung.

Ia menekankan, layanan semacam itu sah-sah saja dan sebenarnya tersedia untuk pasien umum. Jadi, bukan hal yang aneh.

Lalu, siapa sebenarnya 'Jusa Imo' yang jadi sorotan? Agensi Park Na Rae pun memberikan penjelasan. Menurut mereka, Jusa-imo adalah seseorang yang dikenal Na Rae dari rumah sakit. Mereka kemudian menjadi dekat.

"Ketika jadwalnya padat, Na Rae meminta kunjungan rumah karena mengira orang tersebut adalah seorang dokter," ungkap pernyataan agensi.

Di sisi lain, sosok yang disebut-sebut sebagai Jusa-imo ini ternyata aktif di media sosial. Ia tak tinggal diam dan langsung menanggapi rumor yang beredar tentang dirinya. Dalam unggahannya, ia mengklaim punya latar belakang pendidikan kedokteran yang panjang, bahkan mengaku pernah menjadi profesor.

"Lebih dari 12 tahun yang lalu, saya belajar tanpa lelah sambil bolak-balik ke Mongolia Dalam. Akhirnya saya jadi profesor termuda di rumah sakit universitas setempat, melayani pasien domestik dan internasional," tulisnya.
"Sebenarnya, seberapa banyak sih yang kalian tahu tentang saya sampai bisa bergosip seenaknya?" tutupnya dengan nada kesal.

Kasus ini jelas masih berlarut-larut. Di satu sisi ada laporan investigasi media, di sisi lain ada pembelaan dari tim hukum dan agensi. Sementara publik hanya bisa menunggu perkembangan selanjutnya, sambil mengamati narasi yang saling bersilangan ini.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar