Deretan Anime yang Dibilang 'Jatuh' Setelah Tenar: Benarkah?
Dunia anime memang selalu punya daya tariknya sendiri. Cerita yang seru, animasi yang memukau, itu semua bikin banyak serial berhasil meroket dan punya basis penggemar fanatik. Tapi, nggak semua yang populer bisa bertahan kualitasnya. Ada beberapa judul yang, begitu namanya melejit, justru dinilai banyak fans mengalami penurunan. Hasilnya? Minat penonton pun ikut menguap.
Nah, ini dia beberapa anime yang jadi perbincangan hangat karena dianggap gagal mempertahankan 'greget'-nya setelah populer.
1. The Promised Neverland: Dari Puncak ke Jurang
Musim pertama The Promised Neverland benar-benar masterpiece. Premisnya yang gelap anak-anak panti asuhan yang ternakannya para iblis berhasil bikin penonton tegang dan penasaran. Setiap episode di musim pertama itu seperti rollercoaster emosi.
Namun begitu, musim keduanya bikin banyak yang kecewa berat. Rasanya, klimaks pelarian yang dibangun dengan susah payah di musim pertama, tiba-tiba mentah di musim kedua. Alur ceritanya terburu-buru dan banyak bagian penting dari manga justru dihilangkan. Makanya, jangan heran kalau banyak yang menyarankan: "Baca aja manga-nya setelah nonton season satu."
2. One Punch Man: Ganti Studio, Ganti 'Nyawa'?
Awal kemunculannya, One Punch Man langsung disambut gegap gempita. Kombinasi action keren dan humor satirnya tentang pahlawan super itu segar banget. Dua musim pertamanya, meski dengan jeda cukup panjang, tetap dinanti.
Di sisi lain, masalah mulai muncul saat pindah studio untuk musim terbaru. Banyak penonton yang protes. Animasi yang dulu jadi daya tarik utama, terasa jauh berkurang tenaganya. Padahal, potensinya untuk bersaing dengan Demon Slayer atau My Hero Academia sebenarnya sangat besar. Sayang sekali.
3. Re:Zero - Starting Life in Another World
Sebagai anime isekai, Re:Zero punya ciri khas sendiri. Ceritanya kompleks, karakternya dibangun dengan baik, dan elemen 'return by death'-nya bikin penasaran. Perjalanan Subaru di dunia lain yang penuh penderitaan itu memang berat, tapi menarik untuk diikuti.
Tapi, menurut sejumlah saksi eh, maksudnya penggemar kualitasnya di musim ketiga agak menurun. Meski animasinya masih bagus, ritme ceritanya dianggap kurang pas. Rasanya ada sesuatu yang hilang dibanding ketegangan di musim-musim awal.
4. Vinland Saga: Perubahan Arah yang Kontroversial
Vinland Saga musim pertama adalah epik sejarah yang brutal dan penuh dendam. Aksi pertarungannya bikin merinding. Nah, musim keduanya justru mengambil arah yang sangat berbeda, fokus ke perkembangan batin Thorfinn yang lebih filosofis dan lambat.
Perubahan drastis ini nggak bisa diterima semua orang. Banyak yang bilang adaptasinya terburu-buru mengakselerasi arc cerita yang justru butuh ketenangan. Akibatnya, kedalaman yang ada di manga seolah tak tersampaikan utuh. Bagi sebagian fans, ini adalah penurunan. Tapi bagi yang lain, ini justru evolusi cerita yang diperlukan.
5. Sword Art Online: Legenda yang Tak Konsisten
Harus diakui, Sword Art Online adalah salah satu anime yang membangkitkan gelombang isekai modern. Musim pertamanya, saat Kirito dan pemain lain terjebak di dunia Aincrad, punya magic tersendiri. Ketegangan antara hidup dan mati di game itu terasa nyata.
Sayangnya, tiga musim berikutnya kerap dituding mengecewakan. Meski animasi actionnya makin modern, kedalaman karakternya justru dianggap stagnan. Hubungan antar tokoh pun kadang terasa dipaksakan dan aneh, yang ujung-ujungnya bikin sebagian penonton kapok dan memutuskan berhenti mengikuti.
Seri ini seolah kehilangan arah dari premis awalnya yang begitu kuat.
Jadi, itulah beberapa anime yang menurut penggemar setianya mengalami penurunan kualitas setelah meraih popularitas. Tentu saja, ini semua subjektif. Mungkin ada di antara kamu yang justru suka dengan musim-musim terbarunya? Silakan saja, yang penting kita tetap bisa menikmati dan berdiskusi dengan sehat.
Artikel Terkait
PRIMARIA FEST 2026 Siap Digelar di Empat Kota, Angkat Indonesian Bounce Music ke Panggung Lebih Luas
RCTI Luncurkan Healing Jalur King Nassar, Variety Show yang Padukan Curhat, Musik, dan Empati
Yenny Wahid Akui Salah Dress Code di Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju
Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Sebut Ahmad Dhani Sahabat dan Kader Gerindra