Video Lawas Verrell Bramasta di Bantar Gebang: Aku Tak Pernah Boleh Main Kotor-Kotoran

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 00:25 WIB
Video Lawas Verrell Bramasta di Bantar Gebang: Aku Tak Pernah Boleh Main Kotor-Kotoran

Verrell Bramasta lagi-lagi jadi pusat perhatian. Kali ini, gara-gara sebuah video lawas yang tiba-tiba ramai dibicarakan.

Sebelumnya, politikus muda itu sudah dikecam karena penampilannya di lokasi bencana Sumatra. Banyak yang menyoroti gaya bak fashion show-nya, lengkap dengan rompi dan pose-pose yang dianggap kurang pantas di tengah suasana duka. Nah, belum reda kontroversi itu, muncul lagi rekaman lama yang seolah menambah bahan perbincangan.

Video itu berasal dari acara "Boys Don't Cry" di Trans7, tayang sekitar tahun 2022. Dalam tayangan tersebut, Verrell sedang berkunjung ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Penampilannya di sana cukup berbeda.

Terlihat jelas, ia berjalan dengan sangat hati-hati di antara gundukan sampah yang menggunung. Rupanya, itu adalah pengalaman pertama yang benar-benar asing baginya.

"Jujur, demi apapun ya guys, seumur hidup aku tuh enggak pernah boleh sama mama main kotor-kotoran, apalagi kayak mandi aja aku harus sehari 2 kali,"

Begitu pengakuannya di video. Ia bercerita bahwa sejak kecil, dirinya memang dijauhkan dari hal-hal yang dianggap kotor.

"Enggak boleh main kotor-kotoran, hujan-hujan aja enggak boleh,"

Tak heran, adaptasi di Bantar Gebang pun terasa berat. Bau menyengat yang menusuk jadi tantangan terbesarnya saat itu.

"Sekarang aku malah di sumber bau itu di mana dan bahkan aku megang sampahnya pakai tangan dan berada di atas sampah-sampah bener-bener enggak kebayang sih aku sumpah,"

Video lawas ini kini beredar luas di Instagram, diunggah oleh akun @fuadbakh23. Kehadirannya di media sosial seakan memberi sudut pandang lain tentang sosok Verrell, jauh sebelum ia terjun ke dunia politik dan terkena sorotan karena kunjungannya ke Sumatra.

Di satu sisi, video ini menunjukkan sisi personalnya yang mungkin jarang terlihat. Namun begitu, dalam konteks sekarang, rekaman itu justru mengundang tafsir yang beragam dari netizen, menambah lapisan narasi yang sudah cukup rumit seputar dirinya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar