Latar belakangnya jauh dari gemerlap dunia politik. Dono berasal dari keluarga petani. Ia bahkan pernah memimpin kelompok tani di kampung halamannya sekitar tahun 2019-2020. Tak cuma itu, untuk menghidupi diri, ia juga sempat bekerja sebagai operator alat berat di tahun 2021.
Dunia politik ia coba terjuni lewat Pemilu Legislatif 2024 lalu. Sayang, perolehan suaranya tak begitu menggembirakan. Hanya 2.519 suara, kalah jauh dari Mahrup yang meraup 4.385 suara.
Di sisi lain, kursi yang ditinggalkan Mahrup memang kosong karena masalah hukum yang serius. Ia, bersama lima orang lain termasuk mantan anggota DPRD Lombok Tengah Muhammad Sidik, telah ditetapkan sebagai terdakwa.
Mereka terbukti melanggar Pasal 3 ayat (1) juncto Pasal 18 UU Tipikor, plus Pasal 55 dan 65 KUHP. Kasusnya berakar dari penyaluran KUR BSI itu tadi.
Jadi, itulah profil singkat Dono Kasino Indro. Dari mengelola sawah dan mengendalikan alat berat, kini ia harus mengelola aspirasi warga di gedung dewan. Perjalanan yang tak biasa untuk seorang yang namanya mengundang senyum.
Artikel Terkait
Mawa Ajukan Dua Syarat Tegas untuk Insanul Fahmi yang Ingin Rujuk
Denny Sumargo Tolak Undangan Roby Tremonti Usai Dengar Kronologi Aurelie
Investor Sate Man Boiyen Tuntut Rully Anggi Akbar: Transfer ke Rekening Pribadi, Janggal!
Kak Seto Berbenah: Refleksi atas Luka Lama di Bawah Sorotan