Kreator Konten Maell Lee Terkatung-katung, Kehilangan Kontak dengan Keluarga di Aceh yang Terendam Banjir

- Selasa, 02 Desember 2025 | 18:40 WIB
Kreator Konten Maell Lee Terkatung-katung, Kehilangan Kontak dengan Keluarga di Aceh yang Terendam Banjir

Kampung Halaman Tenggelam, Maell Lee Hilang Kontak dengan Keluarganya di Aceh

Hampir empat hari berlalu, dan masih belum ada kabar. Itulah yang dirasakan Maell Lee, kreator konten yang kini diliputi kecemasan. Kampung halamannya di Tamiang, Aceh, diterjang banjir bandang, memutuskan aksesnya dengan keluarga dan sanak saudara di sana.

Melalui Instagram, ia membagikan video kondisi terkini Tamiang. Pemandangannya suram. Air menggenang di mana-mana, listrik padam, dan yang paling mencemaskan: jaringan komunikasi terputus total. “Video hari pertama banjir di kampungku aceh tamiang,” tulisnya dalam unggahan yang dilihat Selasa (2/12).

“Sekarang udah 4 hari keluarga, saudara & kawan kawan gak ada kabar. Listrik mati, internet mati.”

Rasa khawatirnya tentu sangat besar. Sebagai anak rantau, ia hanya bisa bertanya-tanya dari jauh. Apakah mereka selamat? Apakah kebutuhan dasar mereka terpenuhi? Pertanyaan itu menggelayut tanpa jawaban yang jelas.

Di sisi lain, Maell juga merasa sedih karena musibah besar ini seolah tak mendapat sorotan nasional yang memadai. Ia pun akhirnya menyampaikan harapannya langsung kepada pemimpin negara.

“Kami anak rantau bertanya tanya kabar dan keadaan disana. sehatkah kelen di sana, terisikah lambung kalian? Dan berita nasional juga belum ada memberitakan kampung halamanku Aceh, Tamiang. Bapak presiden @prabowo kami mengharapkan segera mungkin perhatian & bantuannya.”

Tak hanya berharap pada pemerintah, ia pun tak lupa mengirim doa. Bukan cuma untuk Aceh, tapi juga untuk daerah-daerah lain yang sama-sama berjuang melawan banjir.

“Semoga Kota yang terkena banjir selalu dalam lindungan Allah, musibah yang terjadi di gantikan dengan rezeki yang berkah. Amiin.”

Namun begitu, doa saja tak cukup baginya. Maell Lee memutuskan untuk turun tangan langsung. Ia membuka penggalangan dana untuk korban banjir di Tamiang. Hatinya hancur melihat kondisi tersebut.

“Sebagai anak Aceh Tamiang, hati saya hancur melihat kampung halaman dilanda musibah. Banyak saudara kita yang harus kehilangan rumah, harta, bahkan tempat berlindung.”

Bantuan itu tak hanya ia fokuskan untuk Aceh. Daerah lain seperti Sumatra Barat juga menjadi perhatiannya. Ia mengajak semua orang untuk berpartisipasi, meyakini bahwa bantuan sekecil apapun sangat berarti.

“Hari ini, aku ingin mengajak teman-teman semua ikut bantu Sumatra, Padang, sampai Aceh untuk bangkit. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti.”

Sebuah ajakan tolong-menolong di tengah keprihatinan yang mendalam. Sambil terus menanti kabar baik dari tanah kelahirannya yang terdampak.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar