Teuku Ryan Panik, Keluarga di Aceh Terjebak Banjir Setinggi Pinggang

- Senin, 01 Desember 2025 | 22:50 WIB
Teuku Ryan Panik, Keluarga di Aceh Terjebak Banjir Setinggi Pinggang

Keluarga Teuku Ryan Terjebak Banjir Aceh, "Alhamdulillah Semua Selamat"

Banjir dan longsor yang melanda Aceh tak hanya menyisakan duka bagi korban jiwa. Bencana ini juga dirasakan langsung oleh keluarga pesinetron Teuku Ryan. Meski orang tuanya kini sudah pindah ke Jakarta, masih banyak sanak saudaranya yang bertahan di tanah kelahiran dan harus menghadapi amukan air bah.

Ryan sendiri sempat dilanda kecemasan hebat. Pasalnya, kontak dengan keluarga di sana terputus sama sekali. Jaringan komunikasi lumpuh. Yang dia tahu cuma satu: air sudah mulai masuk ke rumah sejak dini hari. Kabar itu bikin hati tak karuan.

"Ya alhamdulillah tadi sudah mulai ada jaringan, memang nggak bisa kemana-mana cuma bisa telepon. Alhamdulillah semua selamat baik-baik saja. Cuma jalan-jalan terputus dapat info gitu, genangan air di beberapa tempat,"

Begitu cerita Ryan saat dihubungi lewat Selebritas Pagi, Senin (1/12/2025). Rasa lega itu baru datang setelah ada sinyal sebentar, meski cuma cukup untuk sekadar menelpon.

Namun begitu, situasi sebelum terhubung sungguh mencekam. Dia mendapat kabar mengejutkan soal rumah orang tuanya di Aceh. Air yang awalnya cuma setinggi mata kaki, mendadak melonjak drastis.

"Kemarin sempat dikabari sama keluarga yang di Aceh, air dari jam 4 subuh udah mulai naik semata kaki, nggak expect paginya sudah sepinggang bahkan rumah orang tua saya sudah kelelep,"

tuturnya lagi.

Keadaan ternyata makin parah. Kabar terakhir yang sempat mampir sebelum komunikasi benar-benar hilang, sungguh bikin ngeri. Beberapa sepupunya terpaksa menyelamatkan diri ke lantai dua rumah, menghindari arus yang kian deras. Stok makanan? Entah ada atau tidak.

"Setelah itu terakhir dapat kabar jam 11 siang, air sudah tinggi dan lost contact. Sepupu udah ada yang tingkat dua kita nggak tau ada stok makanan apa ga. Paniknya di sana, kan banyak abang sepupu saya, arusnya mulai naik saat itu,"

kenang Ryan.

Di sisi lain, meski tak bisa turun langsung ke lokasi, Ryan berusaha membantu lewat cara lain. Dia aktif membagikan informasi kebutuhan mendesak warga lewat media sosialnya. Harapannya, bantuan bisa lebih cepat sampai ke tangan yang membutuhkan.

Sementara itu, data korban terus bertambah. Menurut pantauan terbaru BNPB hingga Minggu (30/11), total korban meninggal di tiga provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah mencapai 316 orang. Rinciannya, 172 di Sumut, 54 di Aceh, dan 90 di Sumbar. Angka yang menyayat hati.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar