Inul Daratista Murka: Pejabat Dikritik Hanya Jepret-Jepret Saat Banjir Aceh

- Senin, 01 Desember 2025 | 21:20 WIB
Inul Daratista Murka: Pejabat Dikritik Hanya Jepret-Jepret Saat Banjir Aceh

Inul Daratista Geram, Sindir Pejabat yang Cuma "Jeprat-Jepret" di Lokasi Banjir Aceh

Sejak akhir November 2025, Aceh dan sejumlah wilayah Sumatra lain dilanda banjir bandang dan tanah longsor. Kerusakannya parah. Ribuan orang harus mengungsi, kehilangan rumah, bahkan keluarga. Situasi yang memilukan ini ternyata menyulut kemarahan Inul Daratista.

Lewat Instagram-nya pada Senin (1/12), penyanyi kondang itu tak cuma menyampaikan duka. Ada amarah yang jelas terasa dalam tulisannya. Ia menyoroti perilaku sejumlah pejabat dan politisi yang, di matanya, lebih sibuk berfoto-foto ketimbang bertindak nyata.

"Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya untuk keluarga kita di Aceh dan bagian Sumatra yang lain, ya Allah... enggak bisa berkata-kata," tulis Inul.

Ia mengaku terus kepikiran melihat penderitaan yang terjadi.

Namun begitu, nada tulisannya langsung berubah tajam. Emosinya memuncak saat membahas respons dari beberapa pihak yang datang ke lokasi. Bagi Inul, yang mereka lakukan cuma pencitraan belaka. "Sedangkan yang lain dengan keadaan begini mulai pada pencitraan semua!! Preeetttlah!!!," kritiknya tanpa tedeng aling-aling.

Ibu satu anak ini lantas menyinggung soal akar masalah. Menurut Inul, praktik korupsi dan kesenjangan sosial yang lebar adalah biang keroknya. Selama hal itu masih terjadi, penanganan bencana di Indonesia bakal jalan di tempat. Rakyat kecil selalu jadi korban.

"Sampai 1000 tahun enggak akan bisa maju," tulisnya dengan nada getir. "Kemunduran yang terjadi, pada korupsi memperkaya diri. Yang kaya makin kaya, yang miskin sampai ke matek-matekan."

Ia muak melihat pola yang itu-itu lagi. Banyak yang cepat muncul saat ada kamera, tapi menghilang ketika situasi semakin runyam dan butuh solusi konkret.

"Kalau sudah begini lepas tangan semua. Enggak ada yang mau disalahkan, tapi turun lapangan pada pencitraan, foto-foto sama yang kesusahan, capek deh," keluhnya.

Di sisi lain, Inul menegaskan bahwa yang dibutuhkan dalam situasi genting seperti ini adalah aksi cepat dan koordinasi yang solid dari pemerintah. Bukan sosok-sosok partai yang sibuk berpose.

"Harusnya langsung action... Dan action dari negara yang harus jadi pencitraan kalau penanganannya gesit. Bukan sosok-sosok partai yang pada foto-foto ampun dah ah!!" tegasnya.

Prioritas utama, menurutnya, adalah mengatasi kekacauan dan mencegah kelaparan. Bukan memamerkan rasa iba lewat unggahan di media sosial.

Unggahan pedas Inul ini pun langsung ramai dibahas warganet. Banyak yang merasa sepakat. Di tengah nestapa, aksi nyata memang jauh lebih berharga daripada sekadar tampil untuk kamera.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar