Melangkah lebih dalam, terdapat bangunan Sri Manganti dengan menara Panggung Sangga Buwana. Melewati Kori Ageng, tampak kompleks Kedathon dengan hamparan pasir hitam dari Pantai Selatan. Di pelataran inilah pertemuan dengan raja terjadi, yang dalam konsep Jawa disimbolkan sebagai perwakilan Tuhan.
Pengakhiran yang Sarat Makna
Perjalanan simbolis berakhir di Alun-Alun Selatan dengan Sithihinggil Selatan yang sengaja dibuat lebih rendah, melambangkan kerendahan hati manusia di hadapan penciptanya. Alun-alun ini sengaja dibiarkan kosong tanpa bangunan, menggambarkan tempat terakhir manusia kembali ke asal usulnya.
Prosesi Suksesi Keraton Solo
Rapat keluarga besar Keraton Surakarta telah menetapkan KGPH Hangabehi sebagai penerus takhta dengan gelar Pakubuwono XIV. Penetapan ini didasarkan pada paugeran atau aturan adat keraton yang menempatkan putra sulung sebagai pewaris ketika raja tidak memiliki permaisuri.
Sementara itu, rencana penobatan KGPAA Hamengkunegoro atau Gusti Purboyo sebagai Pakubuwono XIV tetap akan dilangsungkan sesuai jadwal. Keluarga keraton memilih menunggu hingga lewat masa 40 hingga 100 hari meninggalnya Pakubuwono XIII sebelum melaksanakan prosesi penobatan.
Perbedaan pandangan mengenai suksesi ini menjadi perhatian berbagai pihak, dengan masing-masing kubu tetap pada pendiriannya mengenai proses pengangkatan raja baru Keraton Surakarta.
Artikel Terkait
Ahmad Dhani Ungkap Kesulitan Ekonomi Saat Antar Anak Sambung Kuliah di AS
Kim Min Ha dan Noh Sang Hyun Reuni di Film Romantis Netflix Messily Ever After
Rekomendasi Drama Korea Bergaya Sejarah untuk Temani Waktu Ngabuburit
Warganet Duga Hubungan Davina dan Ardhito Bagian dari Manajemen Isu