Di sisi lain, Rektor UNS, Hartono, menyoroti aspek lain. Baginya, kekuatan jejaring alumni ini adalah aset penting yang tak ternilai.
"Kehadiran alumni dari berbagai sektor dan wilayah ini membuktikan bahwa UNS punya ekosistem yang kuat," ungkap Hartono.
Itu semua, lanjutnya, adalah modal berharga untuk mendorong pengembangan institusi di tengah persaingan global pendidikan tinggi yang semakin ketat. Juga untuk memperluas kolaborasi dan tentu saja, kontribusi bagi negeri.
Soal penyelenggaraan acara, Ketua Harian IKA UNS, Reza Fahmi Riawan, punya penjelasan sendiri. Pendekatan tahun ini, katanya, sengaja dirancang berbeda.
"Kami merancangnya dengan pendekatan yang lebih segar, kolaboratif, dan inklusif," jelas Reza.
Prinsipnya sederhana: semua alumni punya ruang yang sama untuk terlibat. Tanpa sekat angkatan atau profesi. Tujuannya bukan cuma berkumpul, tapi membangun sebuah ekosistem yang hidup dan yang paling krusial berkelanjutan.
Untuk mewujudkan platform kolaborasi itu, berbagai program disiapkan. Ada networking session, career hub, creative lab, sampai artisan market yang menampung UMKM milik alumni. Inisiatif-inisiatif seperti inilah yang menjadi bentuk konkret penguatan ekonomi berbasis jejaring. Peluang sinergi bisnis pun terbuka lebar.
Ke depannya, UNS Coming Home ini jelas bukan acara satu tahun sekali yang lalu selesai. Ia diproyeksikan jadi platform berkelanjutan untuk membangun ekosistem alumni yang solid, adaptif, dan penuh dampak. Dengan semangat BanggaUNS dan BersamaBerdayaBerkarya, komitmen untuk memperkuat sinergi antara alumni dan almamater terus digaungkan. Semua untuk kekuatan kolektif menatap masa depan.
Artikel Terkait
Boiyen Ungkap Alasan Cerai: Capek Banget, yang Diharapkan Tak Terjadi
Turun Ranjang Malam Ini: Kereta Bayi Leon Didorong Sengaja, Naza Terjebak Konflik Batin
Sahabat Ungkap Boiyen Santai dan Tak Larut Duka Pascaperceraian
Justin Bieber Jadi Headliner Termahal Coachella dengan Bayaran Rp170 Miliar