Epidemiolog Ingatkan Risiko Ciuman Bayi Saat Lebaran

- Senin, 16 Maret 2026 | 13:35 WIB
Epidemiolog Ingatkan Risiko Ciuman Bayi Saat Lebaran

JAKARTA – Lebaran identik dengan tradisi bersilaturahmi, berpelukan, dan tak jarang menciumi anak-anak. Tapi hati-hati, niat baik memberi ciuman pada bayi justru bisa membawa risiko kesehatan yang tak main-main. Apa pasal?

Menurut dr. Dicky Budiman, epidemiolog dari Griffith University Australia, kontak fisik yang terlalu dekat seperti mencium adalah pintu masuk yang mudah bagi berbagai virus pernapasan. Jarak antara wajah orang dewasa dan bayi yang hampir menempel saat ciuman, memungkinkan droplet atau percikan dari mulut dan hidung berpindah langsung.

Bayi, terangnya, punya sistem imun yang masih berkembang. Mereka jauh lebih rentan ketimbang orang dewasa. Jadi, penularannya bukan cuma soal satu penyakit tertentu. Banyak virus yang bisa ikut terbawa.

Nah, karena itulah imbauan untuk menahan diri tidak mencium bayi di momen Lebaran dinilai sebagai langkah pencegahan yang tepat. Apalagi saat silaturahmi, pertemuan dan kontak fisik biasanya melonjak drastis. Selain bayi, kelompok rentan lain seperti lansia dan ibu hamil juga perlu mendapat perlindungan serupa.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar