"Makanya alhamdulillah, pas akhirnya rilis setelah dua minggu itu, ternyata udah 224.000 sound yang dipakai buat konten."
Menurut Ifan, cara promosi musik sekarang memang beda jauh. Zaman analog dulu, fokusnya ya bikin karya lalu dijual fisik. Sekarang, semua serba digital. Pola konsumsi berubah, strategi pun harus ikut beradaptasi kalau mau didengar lebih banyak orang.
"Bikin ya bikin aja. Cuma, cara dan trik promosinya yang mungkin diubah. Dulu kan analog, kaset, CD. Sekarang kan semuanya digital, ya cara jualannya juga pasti beda," jelas Ifan.
Di sisi lain, ia mengaku bersyukur dengan sambutan luar biasa ini. Baru-baru ini ia mengecek lagi, dan angkanya benar-benar fantastis.
"Alhamdulillah, tadi dicek, udah nyampe 1,4 juta konten di TikTok yang pake 'Jangan Paksa Rindu Beda'," kata Ifan, masih terdengar takjub.
Artikel Terkait
LPDP Sesuaikan Besaran Tunjangan Hidup dengan Biaya Hidup Negara Tujuan
Atta Halilintar Ungkap Derita Eksim yang Membuatnya Takut Sinar Matahari
Syeikh Ahmad Al-Misry, Ulama Mesir Fasih Berbahasa Indonesia, Jadi Sorotan Publik
Mister Aladin Tawarkan Paket Tur 4 Hari Bangkok-Pattaya Mulai Rp 6,6 Juta