Menkes Ingatkan Bahaya Sahur dengan Mi Instan Plus Nasi, Bisa Lemas dan Cepat Lapar

- Minggu, 01 Maret 2026 | 03:05 WIB
Menkes Ingatkan Bahaya Sahur dengan Mi Instan Plus Nasi, Bisa Lemas dan Cepat Lapar

Lalu, gimana solusinya? Budi menyarankan untuk mengganti menu dengan komposisi gizi yang lebih seimbang. Kuncinya ada di kombinasi sumber protein, lemak baik, serat, plus karbohidrat kompleks dalam porsi yang cukup.

Protein dari telur rebus, ayam tanpa kulit, atau tahu-tempe bisa bantu rasa kenyang bertahan lebih lama. Sementara lemak baik dari alpukat atau kacang-kacangan berperan menjaga kestabilan energi sepanjang hari.

“Karbohidrat tetap boleh dikonsumsi, tetapi pilih yang kompleks seperti nasi merah, oat, atau roti gandum, dan jangan berlebihan,” jelasnya.

Dia juga mengingatkan hal-hal kecil yang sering terlupa: cukupi cairan dan jangan langsung tidur setelah makan sahur. Biarkan pencernaan bekerja optimal dulu.

Dengan pengaturan yang tepat, puasa bisa dijalani dengan lebih bugar. Tubuh nggak gampang lemas, dan produktivitas pun terjaga.

“Kita ingin masyarakat tetap sehat selama Ramadhan. Mulailah dari pilihan sederhana di meja makan saat sahur,” pungkas Budi menutup pesannya.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar