Lalu, gimana solusinya? Budi menyarankan untuk mengganti menu dengan komposisi gizi yang lebih seimbang. Kuncinya ada di kombinasi sumber protein, lemak baik, serat, plus karbohidrat kompleks dalam porsi yang cukup.
Protein dari telur rebus, ayam tanpa kulit, atau tahu-tempe bisa bantu rasa kenyang bertahan lebih lama. Sementara lemak baik dari alpukat atau kacang-kacangan berperan menjaga kestabilan energi sepanjang hari.
“Karbohidrat tetap boleh dikonsumsi, tetapi pilih yang kompleks seperti nasi merah, oat, atau roti gandum, dan jangan berlebihan,” jelasnya.
Dia juga mengingatkan hal-hal kecil yang sering terlupa: cukupi cairan dan jangan langsung tidur setelah makan sahur. Biarkan pencernaan bekerja optimal dulu.
Dengan pengaturan yang tepat, puasa bisa dijalani dengan lebih bugar. Tubuh nggak gampang lemas, dan produktivitas pun terjaga.
“Kita ingin masyarakat tetap sehat selama Ramadhan. Mulailah dari pilihan sederhana di meja makan saat sahur,” pungkas Budi menutup pesannya.
Artikel Terkait
Ridho Ardesan Tersingkir dari Cahaya Muda Indonesia, Juri Soroti Kesalahan Materi dan Vokal
Finalis Agil Sulthon Pukau Juri dengan Hafalan Al-Baqarah di Cahaya Muda Indonesia
Teh Hijau vs Air Lemon: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
Hari ke-10 Ramadhan, Momentum Memperkuat Doa di Fase Penuh Rahmat