Bintang tamu Fairuz A Rafiq turut angkat bicara. Dia melihat penampilan Ardesan terkesan terburu-buru.
"Akibatnya, pesannya belum sepenuhnya terasa. Saya juga kurang dapat 'feel'-nya," kata Fairuz.
Meski harus angkat koper lebih awal, pengalaman di panggung besar ini tentu jadi bekal berharga. Evaluasi tajam dari para juri diharapkan bisa menjadi pelajaran untuk meningkatkan kualitas dakwah Ardesan ke depannya. Bagaimanapun, kompetisi ini bukan akhir dari segalanya.
Untuk diketahui, Cahaya Muda Indonesia adalah ajang kompetisi dakwah yang tayang spesial di iNews. Program religi ini menampilkan generasi muda terbaik dari berbagai penjuru Tanah Air.
Para pesertanya tidak cuma diuji soal kemampuan ceramah yang inspiratif. Mereka juga harus menunjukkan kepiawaian dalam menafsirkan Al-Quran, pemahaman keislaman, kreativitas penyampaian, dan ketangguhan mental saat menghadapi pertanyaan dewan juri yang tak jarang menohok.
Program ini menghadirkan dewan juri yang kompeten. Tugas mereka bukan cuma menilai, tapi juga membina para peserta agar terus berkembang menjadi dai muda yang inspiratif. Dipandu oleh Ruben Onsu, setiap episodenya juga sering diramaikan kehadiran bintang tamu spesial.
Artikel Terkait
Menkes Ingatkan Bahaya Sahur dengan Mi Instan Plus Nasi, Bisa Lemas dan Cepat Lapar
Finalis Agil Sulthon Pukau Juri dengan Hafalan Al-Baqarah di Cahaya Muda Indonesia
Teh Hijau vs Air Lemon: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
Hari ke-10 Ramadhan, Momentum Memperkuat Doa di Fase Penuh Rahmat