JAKARTA – Panggung Cahaya Muda Indonesia iNews kembali memunculkan bakat baru. Kali ini, sorotan tertuju pada Agil Sulthon, seorang finalis yang datang dari Sarolangun. Yang menarik, dia tak cuma tampil sebagai dai yang piawai berorasi. Agil juga menunjukkan kedalaman hafalan Al-Quran dan mental baja yang langka di usianya.
Momen paling menegangkan terjadi saat salah satu juri, Habib Nabiel Al Musawa, mengujinya langsung di atas panggung. Agil diminta melantunkan hafalan Surat Al-Baqarah, tepatnya ayat 67 hingga 69. Saat itu, tekanan pasti terasa. Namun justru di situlah ketangguhannya terbukti.
Dengan suara yang tenang namun penuh keyakinan, ayat-ayat suci itu mengalir fasih dan tartil dari lisannya. Tak ada keraguan. Penampilan itu langsung memukau dewan juri dan para penonton yang hadir. Momen singkat itu cukup menjadi bukti: kemampuan Agil bukan sekadar di permukaan. Penguasaan materi keislamannya benar-benar kuat.
Di sisi lain, perjalanannya ke panggung nasional ini juga punya cerita. Bukan perjalanan yang mudah. Agil memutuskan merantau dari Sarolangun ke Ibu Kota, dengan satu tujuan: mendalami ilmu agama. Tekadnya jelas, ingin jadi pribadi yang lebih bermanfaat lewat dakwah.
Artikel Terkait
Menkes Ingatkan Bahaya Sahur dengan Mi Instan Plus Nasi, Bisa Lemas dan Cepat Lapar
Ridho Ardesan Tersingkir dari Cahaya Muda Indonesia, Juri Soroti Kesalahan Materi dan Vokal
Teh Hijau vs Air Lemon: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
Hari ke-10 Ramadhan, Momentum Memperkuat Doa di Fase Penuh Rahmat