Bagi banyak orang, ritual minum kopi di pagi hari sulit dilewatkan. Tapi bagaimana saat Ramadan? Kebiasaan ngopi ternyata bisa bikin repot kalau enggak diatur. Bukan cuma soal dehidrasi, tapi juga bisa mengacaukan pola tidur dan bikin ibadah puasa jadi kurang lancar.
Nah, sebenarnya sih, kopi tetap bisa dinikmati. Kuncinya cuma perlu tahu triknya aja. Menurut sejumlah ahli, salah satunya dari Johns Hopkins Aramco Healthcare, waktu yang paling pas untuk menyeruput kopi adalah satu sampai dua jam setelah buka puasa. Kenapa? Perut kita kan masih kosong seharian. Kalau langsung dihantam kopi, ya bisa-bisa perih atau enggak nyaman. Kasih jeda dulu, biar tubuh terhidrasi dengan air dan makanan berbuka.
Soal porsi juga jangan berlebihan. Cukup satu cangkir saja. Efek diuretik dari kafein itu nyata, bisa bikin kita bolak-balik kamar kecil dan ujung-ujungnya malah memperparah rasa haus. Belum lagi kalau kebanyakan, tidur malam bisa terganggu. Padahal, istirahat yang cukup itu penting banget selama puasa.
Nah, ini yang sering salah kaprah: minum kopi pas sahur. Sepertinya ide yang bagus untuk dapat energi ekstra, tapi nyatanya justru berisiko. Efek kafein umumnya cuma bertahan 3-4 jam. Jadi, sebelum dzuhur aja, tenaganya udah bisa drop. Alih-alih segar, malah lemas di siang hari.
Artikel Terkait
Studi: Brokoli dan Kubis Turunkan Risiko Kanker Usus Besar
Wamenparekraf: Konsep Bioskop Negara Sinewara Masih Digodok
Biji Labu, Sumber Zinc untuk Kesehatan Prostat dan Vitalitas Pria
Dua Rukun Pokok yang Menentukan Keabsahan Puasa Ramadhan