tambahnya.
Memang, kalau dibanding hari biasa, keramaian tahun ini agak berkurang. Tapi jangan salah. Antusiasme warga tetap tinggi, apalagi saat akhir pekan tiba. “Kalau hari akhir pekan sih alhamdulillah habis,” ujar Rohim. Stok lauk-lauk andalan mereka pun ludes tak bersisa.
Uniknya, keriuhan ini punya dua gelombang. Setelah ramai pertama saat buka puasa, suasana sepi sebentar. Lalu, hidup kembali ketika waktu sahur menjelang. Kawasan ini seperti mendapatkan napas kedua, dipenuhi orang-orang yang butuh energi untuk puasa keesokan harinya.
“Biasanya ramai lagi jam sahur,”
pungkas Rohim.
Jadi, buat kamu yang suka petualangan kuliner dan bisa toleran dengan level kepedasan yang cukup, Jalan Kramat Senen wajib dicoba. Sensasi berburu takjil di antara gemuruh lalu lalang dan aroma bumbu yang menggoda itu, jujur saja, sulit ditemukan di tempat lain. Pengalaman yang bakal bikin kamu ingin balik lagi.
Artikel Terkait
Selebgram Clara Shinta Minta Maaf Publik Soal Keretakan Rumah Tangga
dr. Tirta Ingatkan Ejakulasi Rutin Bisa Kurangi Risiko Kanker Prostat, Tapi dengan Frekuensi Tepat
Batas Akhir Puasa Syawal 2026: 17 atau 18 April Bergantung Penetapan Awal Bulan
dr. Tirta Tegaskan Ejakulasi Rutin Bermanfaat, Tapi Bukan Berarti Setiap Saat