Jalan Kramat Senen Ramai Pemburu Takjil Nasi Kapau Jelang Buka Puasa

- Minggu, 22 Februari 2026 | 14:20 WIB
Jalan Kramat Senen Ramai Pemburu Takjil Nasi Kapau Jelang Buka Puasa

Menjelang azan Magrib berkumandang, suasana di Jalan Kramat, Senen, berubah total. Kawasan ini mendadak ramai oleh warga yang punya satu misi: berburu takjil untuk berbuka. Dan bukan sembarang takjil, melainkan kuliner khas Minang yang aromanya sudah tercium dari jauh, memanggil-manggil.

Wangi rempah yang gurih dan pedas itu seolah menjadi penuntun. Deretan gerai nasi kapau berjejer, masing-masing dikerubungi pembeli. Antrean? Sudah jadi pemandangan biasa. Semua rela menunggu demi sepiring hidangan lezat setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

Pilihannya memang menggiurkan. Mata bisa langsung jelalatan melihat aneka lauk yang tertata rapi. Ada telur ikan berwarna kecokelatan, udang hijau yang segar, atau dendeng batokok lado merah yang mengilat. Jangan lupa tambusu, kikil, dan tunjang semuanya siap memanjakan lidah.

“Di sini jual berbagai menu khas Minang, seperti telur ikan, udang hijau, dendeng batokok lado merah, ada tambusu favorit, juga kikil dan tunjang,”

Kata Rohim, salah seorang yang bekerja di gerai nasi kapau itu. Suaranya harus sedikit ditinggi untuk menembus keriuhan sekitar.

Kalau belum mau yang berat, kudapan seperti lemang tapai atau bubur kampiun juga tersedia. Menurut Rohim, beberapa menu jadi primadona khusus bulan puasa.

“Kalau di sini biasanya yang dicari bubur kampiun, tambusu, tunjang, sama kepala kakap,”

tambahnya.

Memang, kalau dibanding hari biasa, keramaian tahun ini agak berkurang. Tapi jangan salah. Antusiasme warga tetap tinggi, apalagi saat akhir pekan tiba. “Kalau hari akhir pekan sih alhamdulillah habis,” ujar Rohim. Stok lauk-lauk andalan mereka pun ludes tak bersisa.

Uniknya, keriuhan ini punya dua gelombang. Setelah ramai pertama saat buka puasa, suasana sepi sebentar. Lalu, hidup kembali ketika waktu sahur menjelang. Kawasan ini seperti mendapatkan napas kedua, dipenuhi orang-orang yang butuh energi untuk puasa keesokan harinya.

“Biasanya ramai lagi jam sahur,”

pungkas Rohim.

Jadi, buat kamu yang suka petualangan kuliner dan bisa toleran dengan level kepedasan yang cukup, Jalan Kramat Senen wajib dicoba. Sensasi berburu takjil di antara gemuruh lalu lalang dan aroma bumbu yang menggoda itu, jujur saja, sulit ditemukan di tempat lain. Pengalaman yang bakal bikin kamu ingin balik lagi.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar