Workshop di Stella Maris Gading Serpong Soroti Pentingnya Daging Merah untuk Nutrisi Anak

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 17:30 WIB
Workshop di Stella Maris Gading Serpong Soroti Pentingnya Daging Merah untuk Nutrisi Anak

Workshop untuk Orang Tua: Daging Merah Australia dan Nutrisi Anak

Gading Serpong, Tangerang – Gaya hidup sehat dimulai dari piring makan. Itulah pesan yang coba diangkat Meat and Livestock Australia (MLA) dalam sebuah workshop khusus orang tua di Stella Maris International School, Kamis lalu. Fokusnya sederhana: pentingnya asupan bergizi, terutama daging merah, untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Acara yang digelar di Ruang Getsemani sekolah itu bukan sekadar teori. MLA, bersama pihak sekolah, ingin memberikan pemahaman praktis. Mereka secara khusus memperkenalkan daging merah Australia sebagai sumber zat besi berkualitas tinggi yang mudah diserap tubuh.

Christian Haryanto, Chief Representative MLA Indonesia, hadir menyampaikan misi mereka. “Lewat acara ini, kami ingin berperan memberikan edukasi, terutama untuk para ibu, soal pentingnya memenuhi kebutuhan zat besi harian,” ujarnya.

“Asupan zat besi yang cukup itu krusial. Ia menjaga energi dan produktivitas, sekaligus mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak,” lanjut Christian. Menurutnya, daging merah Australia bisa jadi solusi nutrisi yang tepat bergizi tinggi dan mendukung ketahanan energi keluarga.

Di sisi lain, Maria S. Santy, Head Of School Stella Maris Gading Serpong, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menilai workshop semacam ini sangat bermanfaat dan perlu lebih sering diadakan, baik di sekolah maupun komunitas ibu-ibu.

“Informasi yang diberikan benar-benar membuka wawasan. Selama ini kan banyak yang cenderung menghindari daging sapi dan domba, padahal ada manfaatnya,” kata Maria.

Ia berharap ilmu yang didapat orang tua murid hari ini bisa langsung dipraktikkan. Tujuannya jelas: menyiapkan nutrisi optimal untuk tumbuh kembang anak di rumah.

Mengurai Polemik Daging Merah

Untuk mendukung hal itu, workshop menghadirkan Emilia Achmadi, seorang ahli gizi klinis dan olahraga. Emilia langsung menyinggung soal polemik seputar daging merah. “Acara ini hadir untuk mengedukasi para orangtua mengenai kelebihannya,” katanya.

“Kita bahas nutrisi apa saja yang terkandung, dan bagaimana asalnya bisa menghasilkan daging sapi berkualitas,” jelas Emilia.

Tak cuma teori, workshop juga menyoroti cara pengolahan dan porsi yang tepat untuk anak. Rekomendasinya cukup jelas. “Dalam pola makan seimbang anak, dianjurkan konsumsi sekitar 100-120 gram daging merah matang setiap dua hari,” ujar Emilia.

Porsi itu, imbuhnya, bisa dipenuhi lewat berbagai hidangan mulai dari steak, tumisan, masakan slow-cooked, hingga olahan daging cincang. Rekomendasi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan zat besi secara optimal, sekaligus relevan dengan aktivitas harian anak-anak.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar