Harapan Emilia sederhana. Ia ingin orang tua paham bahwa semua jenis makanan punya porsinya masing-masing. “Karbohidrat, buah, sayur, daging semuanya harus seimbang. Itu kunci tumbuh kembang yang baik,” tuturnya.
“Saya juga ingin orang tua tidak merasa terintimidasi. Makan sehat itu tidak susah. Menu sehat untuk anak bisa sesederhana itu,” tambahnya.
Demo Masak yang Menggugah Selera
Acara semakin hidup ketika celebrity chef Vania Wibisono turun tangan. Ia mendemonstrasikan cara mengolah daging sapi Australia menjadi bekal yang menarik. Dua menu ia sajikan.
Pertama, Beef Ball Shawn The Sheep. Olahannya kreatif: daging sapi giling dicampur keju, ditumis dengan bumbu, lalu dibalut telur dadar. Hiasan nori membentuk karakter domba yang lucu.
Menu kedua, Beef Saute & Riceball, lebih sederhana. Daging sapi Australia Tenderloin ditumis dengan bawang bombay dan saus teriyaki. Untuk karbohidrat, nasi dicampur nori bubuk lalu dibentuk bulat-bulat kecil.
“Penting banget membuat bekal sekolah yang tidak monoton, terutama untuk anak TK atau SD,” kata Chef Vania. “Dengan variasi seperti ini, saya harap ada sesuatu yang berbeda. Anak-anak pun jadi lebih semangat makan.”
Kenapa Memilih Daging Sapi Australia?
Dalam workshop ini, daging sapi Australia ditonjolkan sebagai pilihan yang aman dan terpercaya. Produk yang diimpor telah melalui sistem jaminan kesehatan hewan yang ketat, bebas dari penyakit seperti PMK dan sapi gila. Semuanya juga telah bersertifikat halal.
Kualitas dagingnya sendiri mempengaruhi hasil masakan. Daging sapi Australia dikenal empuk, juicy, dan lebih cepat matang. Alhasil, proses memasak jadi lebih mudah dan hasilnya pun lezat.
Shafira, orang tua dari murid kelas 3D, membagikan pengalamannya. “Acara ini sangat-sangat bermanfaat. Saya dapat pengetahuan tambahan tentang cara memelihara gizi anak, terutama soal protein dan mineral mikronutrien lainnya,” ujarnya.
Ia mengaku sudah biasa mengonsumsi daging sapi Australia. “Mudah ditemukan di supermarket dekat rumah. Selain itu, mengolahnya juga gampang karena tidak keras, jadi tidak perlu direbus lama-lama,” cerita Shafira.
“Kalau tidak dimasak terlalu lama, nutrisinya tidak banyak hilang. Penyerapannya untuk anak saya jadi lebih maksimal,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Bassist Rams, Putra Promotor Edy Torana, Diterima di Program Magister Hukum Oxford
SNBP 2026: Daya Tampung Terbatas, Peluang Masuk Prodi Favorit di Bawah 5%
Shilla dan Rafka Bersekutu, Ancam Ayuna dan Rafki di Mencintai Ipar Sendiri
Hasil SNBP 2026 Diumumkan Besok, 31 Maret, untuk 806 Ribu Peserta