MURIANETWORK.COM - Sebanyak 101 nasabah PNM Mekaar dari berbagai daerah di Indonesia diberangkatkan untuk menunaikan ibadah umroh sebagai bentuk apresiasi perusahaan. Program reward ini merupakan bagian dari komitmen PNM dalam mendampingi perjalanan hidup para nasabahnya, yang mayoritas adalah ibu-ibu pengusaha ultra mikro. Pemberangkatan kloter kedua ini menyusul keberhasilan batch pertama yang telah mengirim 212 nasabah sebelumnya.
Lebih Dari Sekadar Reward, Sebuah Penghargaan Atas Proses
Program umroh ini bukan sekadar hadiah, melainkan simbol penghormatan atas perjuangan panjang yang dilalui setiap nasabah. Mereka datang dari Sabang hingga Merauke, membawa kisah hidup yang penuh liku, doa, dan ketekunan dalam membangun usaha. Apresiasi ini dirancang untuk menyentuh sisi yang paling personal, mengakui bahwa setiap langkah dalam proses pemberdayaan layak dihargai, bukan hanya pencapaian akhirnya semata.
Ruang penghargaan juga diberikan kepada para karyawan PNM yang berdedikasi, menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan adalah hasil kerja kolektif. Pendekatan ini menunjukkan pemahaman mendalam tentang ekosistem usaha mikro, di mana dukungan dan pengakuan menjadi pilar penting untuk membangun keberlanjutan.
Kisah Perubahan dari Lamongan
Dampak nyata dari pendampingan ini terlihat dari cerita nasabah seperti Siti Jumaidah asal Lamongan. Perjalanannya, yang dimulai dari pekerjaan serabutan, telah berubah secara signifikan sejak ia memiliki usaha sendiri. Kebahagiaannya kini terpancar dari kemampuan mengasuh anak dan menjalani hidup dengan lebih optimis.
“Terima kasih banyak PNM sudah menemani kisah hidup saya dari 0, dari mulai saya kerja apa saja, hingga saya bisa momong anak, saya sekarang bahagia sekali. Saya selalu doakan yang terbaik untuk PNM agar banyak menolong orang seperti saya,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur.
Doa dan Harapan untuk Perjalanan Ibadah
Menanggapi momen penting ini, Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria, menyampaikan pesan dan harapannya kepada para nasabah yang berangkat. Ia berharap perjalanan spiritual ini menjadi sumber kekuatan baru bagi mereka.
“Kami menitipkan doa dari Tanah Suci, agar langkah PNM senantiasa dijaga, diberi kelapangan, dan mampu terus menemani lebih banyak perjuangan hidup para nasabah di berbagai penjuru negeri,” tuturnya.
Program ini, pada akhirnya, mencerminkan sebuah pendekatan pemberdayaan yang melihat nasabah sebagai mitra seutuhnya. Dengan memahami konteks sosial dan spiritual yang kental dalam masyarakat, apresiasi yang diberikan pun menjadi lebih bermakna dan meninggalkan kesan mendalam, jauh melampaui nilai materi semata.
Artikel Terkait
Baim Wong Tegaskan Perawatan di Korea untuk Stem Cell, Bukan Operasi Plastik
Menkes Peringatkan Risiko Fatal Nonaktifnya BPJS bagi 120 Ribu Pasien Kronis
Java Jazz Festival 2026 Pindah ke Tangerang, Jon Batiste Jadi Headliner
Kuasa Hukum Ungkap Virgoun Pecat Sopir Inara Rusli untuk Lindungi Pihak Terkait