Di Tengah Lumpur dan Duka, Prabowo Habiskan Sepiring Nasi Ikan Tongkol Bersama Korban Banjir Aceh

- Senin, 08 Desember 2025 | 07:18 WIB
Di Tengah Lumpur dan Duka, Prabowo Habiskan Sepiring Nasi Ikan Tongkol Bersama Korban Banjir Aceh

Tanah masih becek, sisa-sisa lumpur yang mengering menempel di mana-mana. Di tengah suasana itu, Presiden Prabowo Subianto menyapa para korban banjir dan longsor di Aceh. Ada genggaman tangan yang bergetar, ada pula pelukan spontan dari warga yang baru saja kehilangan segalanya. Momen-momen haru itu terekam jelas, Minggu (7/12) lalu.

Kunjungannya ke pos pengungsian di Bireuen seperti membawa dua sisi sekaligus: kegetiran yang terpampang nyata, tapi juga kehangatan yang tulus. Bagi para penyintas, kehadiran itu setidaknya memberi secercah harapan untuk bangkit kembali.

Curhat Emak-emak dan Cium Kening Bocah

Di Posko Kampoeng Pante Baro, Kabupaten Bireuen, Prabowo lebih dulu meninjau dapur umum. Lalu, langkahnya berlanjut ke tenda-tenda pengungsian. Begitu masuk, perhatiannya langsung tertuju pada seorang anak kecil yang digendong ibunya. Tanpa banyak bicara, dia mencium kening bocah itu.

Di sana pula, dia didatangi ibu-ibu yang ingin mencurahkan isi hati. Suara mereka tercekat, mata berkaca-kaca.

"Sudah diambil sungai, Pak, rumah saya. Tidak ada lagi," ujar seorang ibu sambil menahan tangis.

Prabowo tampak menyimak. Dia mendengarkan satu per satu, sementara warga lain antusias berebutan bersalaman dengannya.

Cicip Makanan di Dapur Umum

Kembali ke area dapur, beberapa relawan wanita sedang sibuk membungkus nasi dan lauk ke dalam kertas nasi. Prabowo mendekat, penasaran.

"Apa ini lauknya?" tanyanya.

"Ikan tongkol, Pak," jawab salah seorang ibu.

Lalu, dia minta dicicipkan. Sebuah piring disiapkan, diisi nasi dan sepotong ikan tongkol. Sebelum menyantap, Prabowo bertanya lagi, "Pedas ini?"

"Enggak, Pak," sahut ibu itu.

Dia pun menyantapnya sampai habis. Usai makan, Prabowo masih penasaran, apakah menu spesial itu dibuat karena kedatangannya atau memang sehari-hari seperti itu.

"Sama, Pak. Setiap hari," jelas sang ibu.

Rebutan Foto dan Pelukan di Tepi Sungai

Suasana lain terlihat saat Prabowo meninjau Jembatan Bailey Teupin Mane yang putus total diterjang banjir bandang. Dia dikerumuni warga. Bukan cuma ingin foto bersama, tapi juga berebut memeluk dan mencium tangan orang nomor satu itu.

Dengan setelan safari krem, Prabowo melayani permintaan warga sambil sesekali tersenyum. Di tepi sungai, dia menyimak penjelasan dari Gubernur Aceh dan Menteri PU Dody Hanggodo. Pandangannya juga tertuju pada alat-alat berat dan prajurit TNI yang bekerja keras membangun kembali jembatan.

Pelukan Khas untuk Sang Gubernur

Sebelum semua momen itu, ada adegan hangat begitu pesawatnya mendarat di Lanud Sultan Iskandar Muda. Turun dari tangga, Prabowo menyalami para pejabat yang menyambut. Saat sampai di depan Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, dia tak sekadar jabat tangan. Prabowo langsung memeluknya.

Mereka terlihat berbincang singkat. Prabowo sempat memanggil Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, tapi tak ada yang tahu pasti apa yang dibicarakan. Setelah itu, bersama Mualem, dia menaiki helikopter Super Puma untuk melihat langsung lokasi bencana dari udara. Sepanjang peninjauan, mereka pun terus terlihat berdiskusi.

Hari itu, di antara lumpur dan duka, yang tersisa bukan hanya cerita tentang bencana. Tapi juga tentang sentuhan, percakapan, dan sepiring nasi dengan ikan tongkol yang dihabiskan sampai tandas.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar