IDAI Ingatkan Orang Tua: Lima Kunci Penting Saat Memilih Makanan Olahan untuk Balita

- Minggu, 01 Februari 2026 | 15:18 WIB
IDAI Ingatkan Orang Tua: Lima Kunci Penting Saat Memilih Makanan Olahan untuk Balita

Kedua, urutan bahan. Daftar komposisi itu disusun berdasarkan jumlah, dari yang terbanyak ke paling sedikit. Jadi, bahan di urutan pertama adalah yang dominan. Ini cara sederhana untuk tahu apa sebenarnya yang paling banyak dimakan anak kita.

“Contohnya, kalau tertulis ‘susu sapi segar 85,92%’ di urutan pertama, ya itu komponen utamanya,” ujar dr. Klara.

Ketiga, Tabel Informasi Nilai Gizi. Perhatikan baik-baik takaran sajinya. Angka-angka kandungan gizi yang tertera hanya berlaku untuk takaran itu, bukan untuk seluruh isi kemasan. Seringkali kita terkecoh, mengira angkanya untuk satu bungkus kecil.

Keempat, klaim pada kemasan. Ini bagian yang sering bikin silau. dr. Klara mengingatkan, untuk pangan umum, aturan BPOM tidak mewajibkan pencantuman detail vitamin dan mineral seperti A atau C. Yang wajib ada justru makronutrien: lemak, karbohidrat, dan protein.

Jadi, jangan langsung tergiur klaim “mengandung vitamin”. Pahami dulu perbedaannya, agar tidak mudah terjebak jargon promosi.

Kelima, kategori pangan. Anak di bawah tiga tahun masuk populasi khusus yang butuh perlindungan ekstra. Produk untuk mereka harus memenuhi syarat lebih ketat, apalagi jika masuk kategori pangan diet khusus. Jangan asal beli.

Di sisi lain, dr. Klara juga merinci bahwa klaim pada label ada lima jenis: gizi, kesehatan, isotonik, vegan, dan mikroorganisme. Klaim gizi mencakup kandungan atau perbandingan zat gizi, juga klaim “tanpa tambahan” gula atau gluten. Sementara klaim kesehatan berkaitan dengan fungsi zat gizi atau penurunan risiko penyakit.

Dengan memahami kelima poin ini, diharapkan orang tua bisa lebih kritis dan bijak. Tujuannya satu: memenuhi nutrisi anak secara optimal dan meminimalkan risiko gangguan kesehatan sejak dini.


Halaman:

Komentar