Bayi Basah Kuyup Saat Tidur: Kapan Harus Khawatir?

- Senin, 26 Januari 2026 | 15:24 WIB
Bayi Basah Kuyup Saat Tidur: Kapan Harus Khawatir?

Banyak yang mengira keringat baru muncul saat remaja. Tapi itu salah. Faktanya, berkeringat di malam hari justru lumayan sering dialami bayi dan anak kecil. Memang, pada beberapa kasus, kondisi kesehatan tertentu bisa jadi pemicunya.

Namun begitu, tak sedikit pula bayi yang mengalaminya tanpa alasan medis yang jelas. Menurut Healthline, orang tua tak perlu buru-buru panik. Fenomena ini umumnya masih terbilang normal.

Lalu, Apa Sih yang Bikin Bayi Berkeringat Saat Tidur?

Bayi kan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur, melewati berbagai siklus. Nah, pada fase tidur nyenyak, beberapa bayi bisa mengeluarkan keringat lebih banyak sampai-sampai terbangun karena badannya basah. Seringnya, ini masih wajar.

Di sisi lain, dalam situasi tertentu, keringat berlebih itu bisa jadi berkaitan dengan kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Kondisi Kesehatan Tertentu

Para pakar menyebut, keringat berlebih pada bayi bisa jadi tanda penyakit, misalnya pilek atau infeksi. Biasanya ini terlihat pada bayi yang sebelumnya jarang berkeringat, lalu tiba-tiba basah kuyup.

-Hiperhidrosis pada Bayi

Ada juga kondisi bernama hiperhidrosis. Ini adalah gangguan yang bikin produksi keringat jadi berlebihan, bahkan saat suhu tidak panas sekalipun. Hiperhidrosis bisa muncul di area tertentu seperti tangan, ketiak, atau kaki, tapi bisa juga menyerang beberapa bagian tubuh sekaligus.

-Penyakit Jantung Bawaan

Yang lebih jarang, keringat berlebihan juga bisa mengindikasikan penyakit jantung bawaan. Bayi dengan kondisi ini cenderung berkeringat hampir sepanjang waktu. Kenapa? Karena tubuhnya bekerja jauh lebih keras untuk memompa darah. Biasanya, si kecil juga tampak cepat lelah dan berkeringat deras saat menyusu atau makan.

Langkah yang Bisa Dicoba Orang Tua

Kalau bayi tampak berkeringat berlebihan, coba lakukan beberapa hal ini dulu. Perhatikan jumlah dan jenis pakaian yang dia kenakan. Seringkali, keringat itu cuma tanda dia kepanasan. Jadi, coba kurangi lapisan bajunya.

Selain itu, jaga suhu ruangan tetap nyaman. Idealnya sih sekitar 20–22 derajat Celsius. Kalau nggak punya termometer, bisa pakai alat ukur suhu portabel atau manfaatkan monitor bayi yang ada indikator suhunya.

Tips simpelnya: perhatikan diri Anda sendiri. Kalau Anda merasa gerah, kemungkinan besar bayi juga merasakan hal serupa.

Tapi, jika suhu ruangan sudah disesuaikan dan pakaian dikurangi tapi bayi masih juga berkeringat deras, saatnya lebih waspada. Apalagi kalau dibarengi demam atau gejala lain. Jangan tunda, segera bawa ke tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar