Video Bayi dengan Bercak Cokelat Viral, Dokter: Ini Café-au-lait Spots, Tak Perlu Panik

- Senin, 26 Januari 2026 | 12:48 WIB
Video Bayi dengan Bercak Cokelat Viral, Dokter: Ini Café-au-lait Spots, Tak Perlu Panik

Lewat akun Instagramnya, seorang ibu dengan nama pengguna @hanantyas mengunggah video yang bikin banyak orang penasaran. Video itu menunjukkan kondisi kulit bayinya yang dipenuhi bercak-bercak berwarna cokelat, terutama di area kaki dan tangan. Dalam keterangannya, sang ibu menyebut kondisi ini sebagai tanda lahir yang "full".

Unggahan itu langsung ramai. Warganet pun berkomentar dan bertanya-tanya. Apa benar ini tanda lahir biasa? Atau jangan-jangan ada bahaya yang mengintai di balik bercak-bercak itu?

Dokter Anak Angkat Bicara

Menanggapi hal ini, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, memberikan penjelasannya. Menurutnya, dari foto dan video yang beredar, memang terlihat jelas bercak cokelat di kulit bayi tersebut. Hal seperti ini, katanya, sering kali bikin deg-degan para orang tua. Tapi tenang dulu. Dalam kebanyakan kasus, bercak semacam itu ternyata tidak berbahaya.

“Anak dalam video tersebut kemungkinan mengalami kondisi apa? Kemungkinan paling besar, bayi tersebut memiliki tanda lahir pigmen, yang dalam istilah medis disebut café-au-lait spots,” ucap dr. Aisya.

Nah, café-au-lait spots ini intinya adalah bercak datar berwarna seperti kopi susu. Permukaannya rata, tidak gatal, dan pastinya tidak sakit. Tanda ini bisa muncul sejak lahir atau di masa awal pertumbuhan bayi. Yang jelas, ini bukan penyakit dan sama sekali tidak menular.

Pada beberapa anak, bercaknya mungkin cuma satu dua. Tapi pada yang lain, jumlahnya bisa banyak sekali, persis seperti yang terekam dalam video viral itu. Meski terlihat cukup mencolok, secara umum kondisi ini tidak memengaruhi kesehatan si kecil.

Lalu, orang tua harus ngapain?

Ini kabar yang melegakan: café-au-lait spots biasanya tidak butuh penanganan khusus. Tanda lahir ini tidak berisiko jadi kanker dan tidak mengganggu proses tumbuh kembang anak. Jadi, orang tua sebaiknya tidak asal pakai krim, salep, atau obat-obatan tertentu.

“Jadi orang tua tidak perlu panik atau buru-buru mencari pengobatan,” tegas dr. Aisya.

Namun begitu, bukan berarti bisa diabaikan begitu saja. Pemantauan tetap diperlukan. Orang tua disarankan untuk konsultasi langsung ke dokter anak, mencatat perkembangan jumlah dan ukuran bercak, serta tentu saja memantau tumbuh kembang anak secara rutin.

Dokter biasanya cuma akan menyarankan observasi berkala, apalagi kalau bercaknya banyak. Tujuannya bukan karena tanda lahirnya berbahaya, tapi lebih untuk kewaspadaan. Dengan begitu, jika suatu saat muncul tanda lain yang perlu diperhatikan, bisa terdeteksi lebih awal.

Komentar