Nah, sebagai bagian dari upaya mengubah pola pikir itu, PERSAGI baru saja menggelar Lomba Presentasi Edukasi Gizi. Acara yang digelar bersama Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Jakarta II dan Ikatan Alumni Gizi 1971–1972 ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi gizi.
Acara tersebut juga dihadiri oleh para senior alumni angkatan 1971 dan 1972, pimpinan PERSAGI, serta direktur politeknik. Suasana terasa seperti sebuah reuni yang penuh semangat.
Momennya pun tepat, bertepatan dengan Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap 25 Januari. Hari ini seharusnya jadi pengingat betapa gizi yang baik adalah fondasi kesehatan, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia.
Sayangnya, di HGN ke-66 ini, tantangan yang dihadapi masih berat. Mulai dari stunting, gizi kurang, anemia, sampai obesitas dan penyakit tidak menular lainnya masih menghantui.
Lomba tadi bukan sekadar ajang adu teori. Mahasiswa ditantang untuk menyampaikan pesan gizi dengan cara yang komunikatif, meyakinkan, dan tentu saja berbasis ilmu. Di era banjir informasi dan hoaks ini, skill seperti itu sangat dibutuhkan. Upaya ini selaras dengan tema HGN 2026, 'Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045', dan tema Kemenkes 'Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal.'
Intinya, jalan masih panjang. Tapi setidaknya, ada usaha konkret untuk membalikkan statistik yang selama ini memprihatinkan.
Artikel Terkait
Lamaran Dipaksakan, Gadis 22 Tahun Baru Tersenyum Saat Diberi Skincare Mewah
El Rumi dan Syifa Hadju Gelar Sesi Prewedding di Keraton Solo
Sulthon Raih Juara 1 Cahaya Muda Indonesia, Bawa Pulang Rp40 Juta dan Paket Umrah
Influencer Bude Wellness Klaim TBC Sembuh dengan Herbal, Ahli Rujukannya Bantah