JAKARTA – Erika Carlina lagi-lagi ramai diperbincangkan. Kali ini, kemarahannya yang meledak di media sosial yang jadi penyebabnya. Pemicunya? Seorang TikToker dengan nama Hantu Rimba disebut-sebut menghina orang Sumba, dan itu jelas menyulut emosi sang artis.
Lewat unggahan di Instagramnya, Erika memperlihatkan momen saat Hantu Rimba melontarkan kata-kata tak pantas. Sasaran hinaannya adalah pengasuh anak Erika yang berasal dari Sumba, Nusa Tenggara Timur.
Lantas, apa sebenarnya yang diucapkan si TikToker hingga bikin Erika naik darah?
Nah, dalam sebuah video live streaming bersama Windy Oey, Hantu Rimba terang-terangan menyebut hal yang sangat rasis. "Dia orang Sumba, orang Sumba itu menjadi bahan lelucon di Pulau Bali. Bener, satu Pulau Sumba itu orang gila kampung semua," ujarnya, seperti dikutip Jumat (19/12/2025).
Erika jelas tak terima. Dalam videonya, dia terlihat kesal dan langsung bertindak. "Yang punya Instagram, TikTok, atau alamat mereka, tolong infonya, ya. Makasih," tegas Erika, yang kini disebut-sebut sedang mencari tahu keberadaan Hantu Rimba dan Windy Oey.
Menariknya, latar belakang insiden ini diduga berkaitan dengan DJ Panda. Hantu Rimba dan Windy Oey disebut-sebut adalah penggemar berat DJ tersebut. Mereka kerap membela sang DJ di berbagai konten TikTok. Nah, hinaan rasis ini pun konon muncul karena banyak netizen menyerang DJ Panda di media sosial. Pengasuh bayi Erika Carlina dituding sebagai salah satu dalangnya – dan itu mungkin yang memicu luapan emosi Hantu Rimba.
Di sisi lain, sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan sama sekali dari pihak Hantu Rimba maupun Windy Oey. Bahkan, akun TikTok Hantu Rimba dikabarkan sudah tidak dapat ditemukan. Hilang begitu saja.
Artikel Terkait
Fox Sports Buka Lowongan ‘Chief World Cup Watcher’ dengan Bayaran Rp870 Juta untuk Tonton 104 Pertandingan
Erin Taulany Bantah Aniaya ART, Herawati Laporkan Dugaan Pencekikan hingga Gaji Rp3 Juta Tak Dibayar
Polda Metro Jaya Perpanjang Penahanan Richard Lee 30 Hari, Bantah Isu Penangguhan
Jumlah Mahasiswa Asing di China Melonjak Jadi 380.000, Didominasi Asia dan Afrika