Erika Carlina Berang, TikToker Hina Pengasuhnya yang Berasal dari Sumba

- Jumat, 19 Desember 2025 | 10:45 WIB
Erika Carlina Berang, TikToker Hina Pengasuhnya yang Berasal dari Sumba

JAKARTA – Erika Carlina lagi-lagi ramai diperbincangkan. Kali ini, kemarahannya yang meledak di media sosial yang jadi penyebabnya. Pemicunya? Seorang TikToker dengan nama Hantu Rimba disebut-sebut menghina orang Sumba, dan itu jelas menyulut emosi sang artis.

Lewat unggahan di Instagramnya, Erika memperlihatkan momen saat Hantu Rimba melontarkan kata-kata tak pantas. Sasaran hinaannya adalah pengasuh anak Erika yang berasal dari Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Lantas, apa sebenarnya yang diucapkan si TikToker hingga bikin Erika naik darah?

Nah, dalam sebuah video live streaming bersama Windy Oey, Hantu Rimba terang-terangan menyebut hal yang sangat rasis. "Dia orang Sumba, orang Sumba itu menjadi bahan lelucon di Pulau Bali. Bener, satu Pulau Sumba itu orang gila kampung semua," ujarnya, seperti dikutip Jumat (19/12/2025).

Erika jelas tak terima. Dalam videonya, dia terlihat kesal dan langsung bertindak. "Yang punya Instagram, TikTok, atau alamat mereka, tolong infonya, ya. Makasih," tegas Erika, yang kini disebut-sebut sedang mencari tahu keberadaan Hantu Rimba dan Windy Oey.

Menariknya, latar belakang insiden ini diduga berkaitan dengan DJ Panda. Hantu Rimba dan Windy Oey disebut-sebut adalah penggemar berat DJ tersebut. Mereka kerap membela sang DJ di berbagai konten TikTok. Nah, hinaan rasis ini pun konon muncul karena banyak netizen menyerang DJ Panda di media sosial. Pengasuh bayi Erika Carlina dituding sebagai salah satu dalangnya – dan itu mungkin yang memicu luapan emosi Hantu Rimba.

Di sisi lain, sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan sama sekali dari pihak Hantu Rimba maupun Windy Oey. Bahkan, akun TikTok Hantu Rimba dikabarkan sudah tidak dapat ditemukan. Hilang begitu saja.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar