Ironi Negeri Subur: Konsumsi Buah dan Sayur Orang Indonesia Mandek Sejak 2007

- Minggu, 25 Januari 2026 | 17:15 WIB
Ironi Negeri Subur: Konsumsi Buah dan Sayur Orang Indonesia Mandek Sejak 2007

JAKARTA Data terbaru dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) bikin kita semua perlu merenung. Soal apa? Kebiasaan makan buah dan sayur masyarakat kita. Hasilnya, jujur saja, cukup mengejutkan. Di negeri yang subur dan kaya ragam pangan ini, ternyata sangat sedikit yang rutin mengonsumsi buah dan sayuran.

Sejak 2007, angkanya nyaris tak bergerak signifikan. Padahal, dari pasar tradisional sampai supermarket, buah-buahan seperti pepaya, mangga, atau alpukat mudah sekali ditemukan. Ironis, bukan?

Ketua Umum DPP PERSAGI, Doddy Izwardy, mengaku prihatin.

katanya dalam keterangan resmi, Minggu (25/1/2026).

Dia memberi contoh nyata. Meski banyak warga yang bisa menanam pepaya atau singkong di pekarangan, itu tidak lantas membuat mereka otomatis menyantapnya. Bahkan dalam program makan bergizi gratis sekalipun, sayur dan buah sering terabaikan dan berakhir di tempat sampah.

tegas Doddy.

Di sinilah peran ahli gizi jadi krusial. Mereka bukan cuma menyusun menu, tapi juga menghitung kebutuhan harian, memastikan asupan protein tercukupi, dan yang utama: mendorong perubahan kebiasaan makan yang berkelanjutan.


Halaman:

Komentar