Pandji Pragiwaksono Bantah Stand Up Comedy Bukan untuk Semua Kalangan

- Rabu, 21 Januari 2026 | 10:15 WIB
Pandji Pragiwaksono Bantah Stand Up Comedy Bukan untuk Semua Kalangan

JAKARTA - Komika Pandji Pragiwaksono baru-baru ini angkat bicara. Soalnya, masih ada anggapan yang beredar bahwa stand up comedy bukanlah hiburan untuk semua kalangan. Bagi Pandji, pemikiran seperti itu sudah sangat ketinggalan zaman, bahkan bisa dibilang usang.

“Indonesia lagi kayak zaman 2011 dan 2015. Masih harus jelasin yang gini-gini,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).

Nada suaranya terdengar sedikit kesal. Baginya, ketika ada yang berpendapat begitu, pola pikir orang tersebut terbilang kuno. Lalu, apa alasan di balik pernyataan tegasnya itu?

Pandji lantas membuat sebuah analogi yang cukup gamblang. Menurutnya, stand up comedy itu ibarat musik pada umumnya.

“Seperti musik, stand up comedy-nya justru untuk semua kalangan,” tegas Pandji.

Namun begitu, dia segera memberikan catatan penting. “Tapi, stand up-nya Pandji yang gak untuk semua. Stand up-nya Radit yang gak untuk semua. Sama seperti ERK juga gak untuk semua. S07 gak untuk semua.”

Intinya, setiap seniman punya segmen dan penikmatnya masing-masing. Genre dalam komedi itu beragam, persis seperti aliran dalam musik. Jadi yang tidak untuk semua kalangan itu adalah karya spesifik seorang komika, bukan bentuk seninya secara keseluruhan.

Pernyataan Pandji yang blak-blakan ini, tentu saja, langsung memancing reaksi. Warganet ramai memberikan tanggapan di kolom komentar.

“Itu namanya stunting, bang. Pernah dijelasin kan di show yang dulu,” tulis salah satu pengguna.

Ada juga yang menyamakannya dengan selera makanan. “Durian juga gak buat semua orang. Pete sama jengkol juga bukan buat semua orang. Intinya tergantung selera saja,” komentar netizen lain.

Seorang lainnya mengutip perkataan senior di dunia hiburan, “Seperti kata Pakde Indro: Kemunduran cara berpikir.”

Tanggapan-tanggapan itu seolah menggarisbawahi poin Pandji. Persoalannya bukan pada medianya, melainkan pada preferensi personal. Stand up comedy sebagai sebuah seni punya ruang untuk siapa saja, tapi tentu tidak semua orang akan menyukai gaya setiap komika. Itu hal yang wajar.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar