Pernikahan Cosplay Demon Slayer di Tasikmalaya, Akadnya Tetap Khidmat dengan Adat Sunda

- Selasa, 20 Januari 2026 | 12:40 WIB
Pernikahan Cosplay Demon Slayer di Tasikmalaya, Akadnya Tetap Khidmat dengan Adat Sunda

JAKARTA – Pernikahan unik di Tasikmalaya baru-baru ini ramai jadi perbincangan. Bukan cuma soal kebahagiaan dua mempelai, tapi juga karena konsepnya yang nyeleneh: cosplay anime. Pasangan Bening dan Cecep memutuskan untuk merayakan hari besar mereka dengan mengangkat tema dari serial populer Demon Slayer (Kimetsu no Yaiba).

Kalau biasanya pengantin pakai gaun putih dan jas, di sini lain cerita. Mereka tampil serasi bak karakter langsung dari layar. Bening berubah menjadi Shinobu Kocho, sementara Cecep menyamar jadi Giyu Tomioka. Padahal, dalam cerita aslinya, dua karakter ini nggak pernah bersatu. Nah, di dunia nyata, pasangan ini justru menyatukannya.

"Shinobu dan Giyu gak bersatu di anime? Di dunia nyata kami satukan,"

tulis Bening di akun Instagram pribadinya, @amy_chan.10.

Yang bikin suasana makin meriah, ternyata bukan cuma kedua mempelai saja. Para pengiring, bahkan tamu undangan, ikut-ikutan antusias memakai kostum karakter Demon Slayer. Area pelaminan pun jadi ramai dengan kehadiran para "Hashira" dan karakter lain seperti Zenitsu. Bayangkan saja, suasana sakral sebuah pernikahan tiba-tiba dipadukan dengan hiruk-pikuk dunia cosplay. Unik banget, kan?

Namun begitu, di balik semua kemeriahan konsep cosplay itu, ada satu momen yang tetap mereka jaga kekhidmatannya: akad nikah. Untuk prosesi inti ini, Bening dan Cecep memilih untuk kembali ke akar budaya mereka.

Mereka tampil anggun dengan busana adat Sunda serba putih. Bening dengan ronce melatinya, Cecep dengan blangkon, sambil memegang buku nikah. Perpaduan yang kontras tapi justru menegaskan, di tengah gebyar kreativitas, nilai-nilai tradisi dan kesakralan ijab kabul tetap diutamakan.

Acara ini pun jadi bukti kalau pernikahan bisa jadi ajang ekspresi diri yang paling personal. Dari anime sampai adat, semuanya bisa berpadu dalam satu hari yang bahagia.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar