Temuan Kerangka di Gedung ACC Kwitang: Farhan dan Reno Meninggal Terperangkap Kebakaran
Kerangka manusia yang ditemukan di Gedung ACC Kwitang, Jakarta Pusat, telah diidentifikasi sebagai Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputra Dewo. Keduanya dilaporkan hilang usai aksi demonstrasi yang berujung kericuhan pada akhir Agustus lalu.
Kepolisian memastikan bahwa kedua korban bukanlah korban pembunuhan. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa Farhan dan Reno meninggal dunia karena terperangkap di dalam gedung saat terjadi kebakaran.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan, "Bukan (korban pembunuhan). Yang bersangkutan terperangkap di gedung yang terbakar pada saat aksi kerusuhan." Pernyataan ini disampaikan di RS Polri Kramat Jati pada Jumat (7/12).
Lokasi Temuan dan Kondisi Korban
Kedua kerangka ditemukan dalam posisi berdekatan, hanya berjarak sekitar satu hingga dua meter, di lantai dua gedung. Budi Hermanto menjelaskan bahwa korban terjebak di area tersebut karena terhalang teralis yang menghalangi jalan melarikan diri.
"Saling berdekatan (dua jenazah), kedua (jenazah) itu di lantai dua yang terjebak juga karena memang di lantai dua itu di teralis, jadi tidak bisa untuk melarikan diri," ujarnya.
Proses Penemuan dan Identifikasi Melalui Tes DNA
Dua kerangka ini pertama kali ditemukan oleh tim teknis gedung yang akan memeriksa konstruksi untuk keperluan renovasi. Renovasi diperlukan karena gedung tersebut mengalami kerusakan akibat kebakaran selama demo.
Karena ada laporan orang hilang terkait peristiwa tersebut, keluarga Reno dan Farhan kemudian diambil sampel DNA-nya. Hasil tes DNA kemudian secara resmi mengonfirmasi bahwa kedua kerangka tersebut adalah Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid.
Artikel Terkait
NTB Ditunjuk Jadi Sentra Jagung dan Bawang Putih Nasional
PSM Akhiri Paceklik dengan Kemenangan Penting atas PSBS Biak
Organisasi Ulama Internasional Dukung Iran dan Peringatkan Risiko Eskalasi Konflik
Pemerintah Rilis Jadwal Lengkap TKA 2026 untuk Siswa SD dan SMP