Bagaimana dengan Indonesia?
Lalu, bagaimana di Indonesia? Realitanya sangat berbeda. Menurut UU, cuti untuk ayah cuma 2 hari. Itu pun bisa ditambah maksimal 3 hari, kalau perusahaan mengizinkan.
Dibandingkan 480 hari di Swedia, jaraknya memang seperti langit dan bumi. Tapi masalahnya tak cuma di regulasi yang minim. Budaya punya pengaruh kuat. Di banyak kalangan, pengasuhan masih dianggap ranah ibu. Tugas ayah? Cari nafkah.
Alhasil, fenomena fatherless di mana ayah hadir secara fisik tapi absen secara emosional masih jadi persoalan serius yang menghantui banyak keluarga.
Ada Sedikit Cahaya di Ujung Terowongan
Meski berat, bukan berarti tak ada harapan. Generasi ayah muda Indonesia sekarang tampaknya lebih sadar. Mereka ingin terlibat. Media sosial juga ramai dengan suara para ibu yang mendambakan partner pengasuhan yang lebih aktif.
Pemerintah mulai bergerak, lewat inisiatif seperti Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah. Beberapa perusahaan swasta pun mulai berani memberi cuti ayah lebih panjang sebagai bentuk dukungan internal.
Perubahan budaya memang tak instan. Tapi dengan terus mendorong kebijakan yang mendukung dan mengubah pola pikir, bukan mustahil nilai-nilai positif dari Latte Dad suatu hari bisa kita rasakan di sini.
Pada intinya, fenomena ini mengajarkan satu hal: investasi pada cuti orang tua yang fleksibel itu bukan cuma urusan keluarga. Ini urusan masyarakat luas. Ketika ayah dan ibu bisa terlibat aktif sejak awal, yang terbentuk adalah generasi yang lebih seimbang.
Ayah bukan mesin ATM. Kehadiran dan perhatian mereka sama krusialnya dengan kontribusi finansial. Jadi, ketika kita melihat seorang ayah asyik mengasuh anak sambil menyeruput kopinya, mungkin kita sedang menyaksikan sekilas masa depan sebuah masa di mana keluarga dibangun dengan fondasi yang lebih inklusif dan setara.
Mungkin, hanya mungkin, suatu hari nanti pemandangan seperti itu akan jadi hal yang biasa di sudut-sudut kafe Indonesia. Bukan sesuatu yang istimewa, tapi normal. Dan itu akan indah sekali.
Artikel Terkait
Lebih dari Angpau: Menemukan Makna Baru dalam Tradisi Imlek
Aman atau Tidak? Panduan Lengkap Seks Saat Hamil di Tiap Trimester
Lebih dari Sekadar Uang: Kisah Legenda dan Makna Mendalam di Balik Tradisi Angpao
Clare Herdman: Sosok Pendiam di Balik Kesuksesan Pelatih Timnas Indonesia