Syekh Al-Sudais Kutuk Upaya Bunuh Diri di Masjidil Haram, Puji Aksi Sigap Petugas

- Jumat, 26 Desember 2025 | 08:36 WIB
Syekh Al-Sudais Kutuk Upaya Bunuh Diri di Masjidil Haram, Puji Aksi Sigap Petugas

Di tengah hiruk-pikuk ibadah di Masjidil Haram, Kamis lalu, sebuah insiden sempat mengusik ketenangan. Seorang jemaah dilaporkan berupaya menjatuhkan diri dari lantai atas masjid suci itu. Menanggapi hal ini, Syekh Prof. Dr. Abdul Rahman bin Abdulaziz Al-Sudais, sang Kepala Urusan Agama dua masjid suci, tak tinggal diam. Ia langsung memberikan pernyataan tegas.

Lewat siaran resmi, ulama terkemuka itu menyampaikan imbauan keras. Ia meminta seluruh jemaah untuk patuh pada aturan dan menjaga kesucian tempat ibadah. Fokus utama, tegasnya, haruslah pada ibadah dan ketaatan, bukan hal lain.

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.”

Syekh Al-Sudais mengutip firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 195. Menurutnya, tindakan bunuh diri jelas-jelas diharamkan dalam Islam. Ini bertentangan dengan tujuan syariat atau Maqashid asy-Syariah yang justru menjaga jiwa manusia.

“Barang siapa yang membunuh dirinya sendiri, maka dia akan berada di neraka Jahanam.”

Ia pun mengingatkan sabda Nabi Muhammad SAW tersebut. Peringatannya jelas: aksi nekat segelintir orang yang mencoba mengakhiri hidup adalah bentuk pelanggaran serius.

Di sisi lain, Al-Sudais tak lupa memberikan apresiasi. Pujian setinggi-tingginya ia sampaikan untuk para petugas keamanan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Menurut sejumlah saksi, kesigapan merekalah yang berhasil mencegah hal yang tidak diinginkan.

Dedikasi dan kewaspadaan mereka patut diacungi jempol. Hanya dalam sekejap, petugas bergerak menjamin keselamatan jemaah lain dan menangani situasi. Bagi Sudais, aksi heroik ini bukan cuma soal tugas. Ini adalah potret nyata tanggung jawab dan profesionalisme aparat Saudi, yang di dalamnya juga terkandung nilai moral dan kemanusiaan yang dijunjung tinggi.

Ia menutup pernyataannya dengan penegasan. Kesigapan ini, ujarnya, adalah wujud nyata perhatian langsung dari kepemimpinan Kerajaan Arab Saudi. Semua dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan para tamu Allah. Doa untuk keselamatan semua pihak pun ia panjatkan.

Sayangnya, upaya serupa bukan kali pertama terjadi. Mengutip pemberitaan, insiden bunuh diri dengan cara melompat pernah tercatat pada 2018 lalu, kemudian di awal tahun 2024 ini. Maklum saja, Masjidil Haram adalah kompleks ibadah yang luar biasa besar. Bayangkan, ia bisa menampung hingga tiga juta jemaah dalam sehari.

Karena itulah, pengawasan ketat dilakukan tanpa henti, 24 jam penuh. Ada unit keamanan khusus yang selalu siaga. Mereka terlatih untuk menangani berbagai kondisi darurat, dengan satu tujuan utama: menjaga keselamatan publik di tempat yang paling suci.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar