Kenapa cairan begitu penting? Asupan yang cukup bisa mengencerkan dahak, bantu kerja saluran napas, dan yang utama: mencegah dehidrasi. Saat demam, tubuh anak bekerja lebih keras dan mengeluarkan banyak keringat. Kalau cairannya kurang, bahaya dehidrasi mengintai. Jadi, pastikan mereka minum, sedikit-sedikit tapi sering.
Di sisi lain, jangan lupakan asupan nutrisi. Makanan bergizi dan istirahat yang cukup adalah fondasi untuk memperkuat daya tahan tubuh si kecil. Vitamin boleh diberikan sebagai pendukung, tentu saja dengan pertimbangan yang tepat.
“Kemudian, makanan-makanan yang bergizi. Nutrisinya harus diperbaiki dan istirahat,”
imbuhnya.
Nah, satu hal yang harus diingat betul-betul: jangan asal kasih antibiotik. Flu karena virus nggak mempan dilawan antibiotik. Memberikannya tanpa resep dokter justru berisiko, bisa bikin bakteri kebal atau malah menimbulkan efek samping yang nggak diinginkan.
“Jangan sembarangan memberikan obat batuk yang mengandung komponen-komponen yang berbahaya. Misalnya beli antibiotik sendiri, itu tidak boleh,”
pungkas dr. Nastiti dengan tegas.
Pada akhirnya, merawat anak yang flu butuh kesabaran dan pengamatan. Bukan sekadar buru-buru mengisi tubuhnya dengan obat. Kadang, yang dibutuhkan cuma waktu, cairan, dan perhatian ekstra dari orang tuanya.
Artikel Terkait
Kesendirian di Tengah Keramaian: Saat Dunia Terhubung, Hati Justru Terasing
Amnesia di VISION+: Cinta, Pengkhianatan, dan Rahasia yang Membangkitkan Ingatan
Biola dan Ancaman: Gugatan Mencekam Brian King Joseph terhadap Will Smith
Demam dan Batuk? Bukan Selalu Flu, Ini Bedanya dengan Selesma