Pantai Teluk Labuan Diserbu Sampah Kayu Pendatang

- Selasa, 06 Januari 2026 | 17:55 WIB
Pantai Teluk Labuan Diserbu Sampah Kayu Pendatang

Pantai Teluk Labuan di Pandeglang, Banten, kini berubah pemandangan. Bukan hamparan pasir yang menyambut, melainkan tumpukan kayu dan sampah yang berserakan. Yang menarik, kayu-kayu itu diduga bukan berasal dari wilayah sekitar.

Seorang pedagang setempat, Mu'minah, mengaku sudah beberapa hari melihat kiriman sampah yang tak diundang itu. "Datangnya dari kemarin-kemarin," ujarnya, Selasa lalu. Ia mendengar kabar kalau kayu itu mungkin berasal dari Aceh, meski tak bisa memastikan.

Kondisi itu jelas mengganggu. Lapak para pedagang tertutup, sehingga mereka kesulitan berjualan. "Pasti terganggu ya," keluh Mu'minah. Tamu-tamu pun risi melihat keadaan yang tidak sedap dipandang itu. Meski begitu, beberapa pedagang lain masih nekat membuka dagangan.

Mu'minah dan warga lain sempat mencoba membersihkan sendiri. Tapi itu tak cukup. Harapannya sederhana: ada pihak berwenang yang turun tangan. "Pengennya ada yang ngebersihin, biar kita jualan nggak terus-terusan terganggu," imbuhnya.

Masalahnya tak cuma di darat. Di laut, para nelayan juga merasakan dampaknya.

Rudin, seorang nelayan, mengeluh kayu-kayu itu bertebaran di perairan. "Menghambat keluar masuk kapal," katanya. Mereka jadi was-was, khawatir kapal kecil mereka bisa rusak jika menabrak kayu yang mengambang.

Menurut Rudin, jenis dan potongan kayu yang terdampar itu asing. Ia menduga kuat kayu itu terbawa arus dari seberang, mungkin dari Sumatera, setelah cuaca ekstrim melanda. "Yang jauh lah. Soalnya kayu model begini nggak ada di Pandeglang," tuturnya.

Dari pihak pemerintah, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Pandeglang, Winarno, mengaku mendapat informasi yang serupa dari warga. "Info dari warga berasal dari luar Banten," katanya saat dihubungi terpisah.

Winarno tak tahu persis jumlah kayu yang terdampar. Namun, ia menyatakan bahwa sampah kayu tersebut sudah ditangani. "Sudah dibersihkan," klaimnya singkat.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar