Dari Jalanan Jakarta ke Puncak Panggung Italia: Eki Cahyadi Ukir Sejarah di All Together Now

- Jumat, 02 Januari 2026 | 14:45 WIB
Dari Jalanan Jakarta ke Puncak Panggung Italia: Eki Cahyadi Ukir Sejarah di All Together Now

Nama Eki Cahyadi lagi-lagi mencuat. Di media sosial, perjalanan hidup musisi ini ramai dibicarakan, terutama bagaimana ia berhasil menembus panggung bergengsi di Eropa. Kisahnya yang dulu viral, kini kembali menyita perhatian.

Bagi yang belum tahu, Eki Cahyadi Kam biasa dipanggil Eki adalah mantan pengamen jalanan. Tapi jangan salah, pria ini berhasil mencatat sejarah. Dia memenangi kompetisi pencarian bakat All Together Now Italia musim ketiga. Yang membuatnya spesial, Eki adalah orang Asia pertama yang berhasil menyabet gelar juara di ajang tersebut.

Prestasi ini tentu bukan sekadar kemenangan untuk dirinya sendiri. Lebih dari itu, ia membawa harum nama Indonesia di kancah musik Eropa. Perjalanannya sering digambarkan sebagai kisah klasik dari nol menuju puncak, dari tepian jalanan Jakarta hingga ke panggung megah di Italia.

Eki sendiri lahir dan besar di Jakarta. Kehidupan tak selalu mudah; ia sudah menjadi yatim sejak remaja. Namun, bakat musiknya sudah terlihat sejak dini. Ia rajin ikut lomba menyanyi dan nyaris selalu pulang membawa piala. Latar belakang pendidikan vokal pun ia miliki, yang kemudian menjadi bekalnya untuk serius menekuni dunia tarik suara.

Tapi hidup punya rencana lain. Tekadnya untuk hidup dari musik harus melalui jalan berliku yang jauh dari kata mulus.

Keputusannya untuk merantau ke Italia, mengikuti sang istri, membawa tantangan baru. Di Milan, ia terbentur kendala bahasa dan sulitnya mencari pekerjaan. Di titik inilah, ia kembali ke ‘zona nyaman’-nya: mengamen.

Namun begitu, mengamen di Italia ternyata tak semudah di Indonesia. Aturannya ketat. Eki harus melalui audisi resmi yang diadakan pemerintah setempat. Ia harus mempresentasikan konsep pertunjukannya, dan baru setelah dinyatakan lolos, ia mendapat lisensi legal untuk tampil di ruang publik.

Selama sekitar setahun, ia mengamen secara resmi. Pandemi Covid-19 sempat memaksa jeda. Tapi semangatnya tak pernah padam. Begitu situasi membaik, ia kembali tampil di berbagai sudut kota Milan.

Penampilannya yang energik dan penuh percaya diri menarik perhatian. Kemampuannya menyanyi, ditambah skill berkomunikasi dalam bahasa Italia yang kini sudah lancar, membuat banyak orang terpukau. Tak sedikit yang merekam dan mengunggah aksinya ke media sosial.

Tanpa diduga, rekaman-rekaman itu ternyata sampai ke meja tim redaksi All Together Now Italia. Dari situlah, undangan untuk audisi datang menghampirinya.

Itulah momen yang mengubah segalanya. Di panggung internasional itu, Eki tampil total. Ia berhasil menyisihkan ratusan peserta lainnya dan akhirnya dinobatkan sebagai pemenang.

Sebelumnya, ia juga sempat mencatatkan namanya sebagai semi-finalis The Voice Romania. Bahkan dalam babak blind audition, ia berhasil membuat semua juri berbalik kursi. Kini, Eki kerap diundang di berbagai acara musik di Italia dan menjadi sumber inspirasi bagi banyak pengamen lain.

Kisah suksesnya pun membanjiri kolom komentar warganet dengan pujian.

“Mantap banget bang suaramu. Generasi emas Indonesia nyata,” tulis salah satu netizen.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar