Tahun 2025, potongan rambut bukan lagi sekadar soal gaya. Bagi banyak perempuan, ia telah berubah jadi pernyataan sikap tentang keberanian, kebebasan, dan akhirnya, penerimaan terhadap diri sendiri. Kalau kita lihat lebih dekat, tren yang berjalan dari salon hingga jalanan ini sebenarnya mencerminkan pergeseran besar dalam cara kita memaknai kecantikan. Mulai dari potongan klasik yang dihidupkan kembali, sampai gaya eksperimental yang benar-benar berani.
Hidup di dunia yang serba cepat dan penuh tuntutan, banyak perempuan kini lebih memilih gaya rambut yang personal sekaligus fungsional. Intinya bukan cuma untuk tampil trendi, lho. Lebih dari itu, ini soal merasa nyaman dalam kulit sendiri. Rambut yang terlihat hidup, gampang dirawat, dan sesuai karakter jadi prioritas utama tentu saja, tanpa mengorbankan sisi stylish.
Nah, menurut para hairstylist ternama, 2025 adalah tahunnya fleksibilitas. Potongan rambut yang bisa tampil rapi tanpa usaha berlebihan, tapi tetap punya karakter kuat. Dari catwalk hingga gaya sehari-hari, inilah beberapa potongan yang mendefinisikan semangat tahun ini.
The ‘Bieber’ Bob
Bob memang selalu punya tempat. Tapi di 2025, versi yang paling mencuri perhatian adalah jawline bob, atau yang akrab disebut ‘Bieber bob’. Potongannya jatuh tepat di garis rahang, memberi kesan tegas, modern, dan chic yang effortless. Terinspirasi gaya Hailey Bieber, potongan ini langsung diburu perempuan-perempuan urban.
Hairstylist Dominika Langbråten bilang, ini adalah evolusi dari bob klasik yang lebih berani dan dramatis.
"Struktur yang tajam membuat wajah terlihat lebih sculpted, terutama untuk yang punya wajah oval atau angular," katanya. Meski terkesan minimal, justru potongan inilah yang bisa menonjolkan fitur wajah secara maksimal.
Di sisi lain, Bieber bob juga soal kepraktisan. Mudah ditata, rapi tanpa ribet, dan selalu terlihat polished. Ia seperti jadi simbol bagi perempuan modern yang dinamis.
Long Lived-in Layers dan Fluffy ‘70s Curls
Buat kamu yang berambut panjang, 2025 menghadirkan kembali nuansa retro. Lewat long lived-in layers dan fluffy curls ala 1970-an, rambut berlapis yang jatuh alami ini memberi kesan santai, bebas, dan penuh karakter. Rambut tak harus sempurna untuk terlihat cantik.
Robert Preston, seorang hairstylist, bilang gaya ini cocok untuk yang ingin tampil effortless tapi tetap stylish.
"Layer yang tumbuh alami justru makin bagus seiring waktu," ujarnya. Itu yang membuatnya jadi pilihan ideal buat perempuan dengan jadwal super padat.
Sementara itu, fluffy curls menghadirkan sentuhan glamor klasik. Besar, bervolume, dan penuh energi. Gaya ini merayakan tekstur alami rambut dan mengajak kita untuk berdamai dengan bentuk asli rambut sendiri.
Heavy Curtain Bang
Poni kembali jadi sorotan. Khususnya heavy curtain bangs yang tebal dan membingkai wajah dengan sempurna. Potongan ini memberi efek dramatis sekaligus romantis, tanpa terlihat kaku. Popularitasnya melesat berkat pengaruh selebriti dan gaya vintage yang lagi naik daun.
Menariknya, curtain bangs dianggap sebagai pilihan yang aman tapi transformatif. Ia bisa disesuaikan dengan hampir semua bentuk wajah dan jenis rambut. Jadinya terasa lebih inklusif dan personal.
Belum lagi fleksibilitasnya. Bisa ditata rapi atau dibiarkan natural, poni ini memberi ruang buat pemiliknya bereksperimen tanpa komitmen yang terlalu besar.
The 1990s Supermodel Bob
Nuansa 90-an hidup lagi lewat supermodel bob. Potongan bob dengan layer lembut dan volume dramatis ini mengingatkan kita pada era Cindy Crawford glamor runway yang penuh percaya diri.
Cocok banget buat perempuan yang ingin tampil bold tapi tetap elegan. Dengan blowout yang tepat, rambut terlihat bouncy dan berkilau, seolah siap melangkah ke panggung mana pun.
Natural Texture
2025 juga menjadi tahun di mana tekstur alami benar-benar dirayakan. Rambut keriting, bergelombang, hingga coily tak lagi "diperbaiki", melainkan dirawat dan ditonjolkan. Fokusnya bukan mengubah, tapi merawat.
Gaya ini menekankan kesehatan kulit kepala dan rambut sebagai fondasi utama. Perawatan jadi bagian dari self-love, bukan cuma rutinitas kecantikan belaka. Tren ini mengajak perempuan untuk berdamai dengan rambutnya sendiri, apa adanya.
Skinny Fringe dan Alternative Cuts
Buat yang pengin tampil beda, skinny fringe dan potongan alternatif seperti pixie wolf cut atau jellyfish cut bisa jadi pilihan. Potongan ini menawarkan sentuhan edgy tanpa kehilangan sisi praktisnya.
Skinny fringe memberi efek ringan dan playful. Sementara alternative cuts membuka ruang ekspresi yang lebih bebas dan liar. Semuanya sah-sah saja.
Artikel Terkait
Korea Selatan Puncaki Peringkat IQ Global di Tengah Ketegangan dengan Netizen Asia Tenggara
Pantangan Imlek: Tradisi Menjaga Keberuntungan dari Hari Pertama hingga Cap Go Meh
Okie Agustina Jalani Awal Ramadan di Korea Selatan, Hadapi Tantangan Tanpa Kumandang Azan
Empat Shio Ini Diprediksi Beruntung di Tahun Kuda Api 2026