Diding Boneng Syukuri Selamat, Rumah Lapuk Ambruk Usai Hujan

- Selasa, 30 Desember 2025 | 14:40 WIB
Diding Boneng Syukuri Selamat, Rumah Lapuk Ambruk Usai Hujan

Rumah Diding Boneng Ambruk, Keluarga Mengungsi ke Kantor RW

Kawasan Matraman Dalam 2, Jakarta Pusat, mendadak jadi sorotan Minggu malam lalu. Rumah aktor lawas Diding Boneng ambruk tepat setelah waktu isya, sekitar pukul 19.30 WIB. Kejadian ini memaksa Boneng dan keluarganya untuk segera mengungsi.

Saat ini, mereka tinggal sementara di kantor RW 08 Pegangsaan, Menteng. Meski dalam kondisi serba tak menentu, Boneng terlihat lega. Dia mengucap syukur atas respons cepat warga sekitar yang langsung turun tangan membantu.

Bicara soal bantuan untuk renovasi, pria 75 tahun itu punya sikap yang jelas. Dia memilih untuk tak campur tangan.

"Saya yakin bantuan sudah ada, tapi saya enggak terima. Maksudnya urusan itu bukan urusan saya. Jadi saya enggak tahu kalaupun ada apa barangnya, apa saya enggak tahu. Itu urusan adik saya. Jadi kalau ada tamu-tamu yang berurusan sama hal-hal bantuan, ya udah saya serahin ke adik saya. Saya enggak mau tahu,"

ujarnya kepada wartawan, Selasa (30/12/2025).

Menurut penuturannya, Boneng sedang tidak di rumah saat musibah terjadi. Ia baru tahu segalanya sudah berantakan ketika pulang, kira-kira dua puluh menit setelahnya. Pemandangan yang ia temui cuma adik-adiknya yang sedang menangis.

"Saya ada di luar soalnya. Jadi begitu saya pulang, sudah kurang lebih 20 menitan itu kejadian. Jadi sudah enggak tahu persis itu. Adik-adik saya sudah pada nangis saja saya datang," kata Diding Boneng.

"Terus saya tanya kenapa? 'Ini roboh gimana?' Kok nanya? Lah orang saya enggak tahu, saya bilang gitu," ucapnya, menggambarkan kebingungannya kala itu.

Tak lama berselang, adik laki-lakinya tiba. Langsung saja, sang adik melaporkan kejadian ini kepada Ketua RT setempat. Proses evakuasi dan penanganan awal pun segera dijalankan.

"Baru lah adik-adik saya yang cowok-cowok datang, dan langsung dia lapor ke Pak RT. Jadi langsung Pak RT malam itu yang atasin semua, termasuk kehadiran Pak RW juga karena Pak RT," jelas Boneng.

Mengenai penyebab ambruknya rumah, Boneng menduga ada dua faktor utama. Usia bangunan yang sudah sangat tua, ditambah curah hujan tinggi belakangan ini. Dia mengakui kelalaiannya sendiri.

p>"Kalau saya apa ya, ini rumah kan memang sudah lapuk sudah lama dan tidak pernah di-upgrade. Nah mungkin ya ini titik akhirnya dari kelapukannya itu. Sayanya yang salah. Kenapa saya terlalu santai. Beneran, saya ngaku saya salah," ucap dia.

"Setelah hujan, jadi bukan saat hujan. Saat hujan enggak apa-apa. Saya juga masih di situ kok saat hujan," tambahnya.

Cerita detik-detik robohnya rumah ternyata cukup mencekam. Saat itu, anaknya sedang tidur. Sang anak sempat mendengar suara aneh 'kretek-kretek' dari dinding, yang membuatnya curiga dan memutuskan lari keluar. Keputusan itu ternyata menyelamatkannya.

"Ada anak saya tidur, yang hampir ketiban. Karena dia merasa loh apaan sih kok di atas kretek-kretek-kretek gitu. Dia curiga, dia lari keluar. Begitu dia lari keluar, jatuh. Yang di luar juga di belakang, dia ke belakang, belakang jatuh. Jadi dia lari, jatuh, dia lari, jatuh gitu loh,"

lanjut Boneng. Syukurlah, tak ada satu pun anggota keluarga yang jadi korban jiwa dalam insiden ini.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar