JAKARTA - Banyak orang sering mendengar bahwa kurang tidur bisa memangkas usia. Ungkapan itu seolah jadi peringatan menakutkan yang terus bergema. Tapi, benarkah seseorang bisa mati langsung karena begadang? Faktanya, kasus kematian langsung seperti itu sangatlah langka.
Meski begitu, jangan salah sangka dulu. Dampak dari kurang tidur terhadap tubuh kita tetaplah serius dan bisa membahayakan. Tidur itu bukan sekadar memejamkan mata. Ia adalah kebutuhan biologis mendasar yang punya peran vital bagi hampir seluruh fungsi tubuh kita.
Coba bayangkan, saat kita tidak cukup tidur, seluruh sistem dalam tubuh mulai kacau. Dari otak sampai jantung, semuanya bekerja nggak optimal. Memang, begadang satu dua malam awal mungkin tidak akan langsung membunuhmu. Tapi efeknya langsung terasa: kepala pening, ngantuk berat, mood jadi jelek, dan pikiran bingung.
Nah, yang perlu diwaspadai adalah ketika kondisi kurang tidur ini berlangsung lama. Tubuh akan mulai menunjukkan reaksi yang jauh lebih parah.
Konsentrasi bakal buyar dan kemampuan berpikir menurun drastis. Suasana hati jadi labil, gampang marah atau sedih tanpa alasan jelas. Dari segi fisik, risikonya makin nyata: ancaman penyakit jantung, gangguan metabolik seperti diabetes, dan sistem imun yang melemah sehingga gampang terserang penyakit.
Menurut penjelasan sejumlah ahli, memang sangat jarang orang meninggal hanya karena kurang tidur. Tapi dalam kondisi ekstrem misalnya sama sekali tidak tidur berhari-hari fungsi biologis tubuh bisa kolaps. Sistem tubuh mulai gagal beroperasi normal.
Artikel Terkait
Zyta Delia Siap Ramaikan Ramadan dengan Koleksi Fungsional
Es Mencair dalam Mimpi: Alarm Batin atau Fajar Perubahan?
Malam Pengampunan di 2026: Tanggal dan Amalan Nisfu Syaban
Denada Akui Ressa sebagai Anak Kandung, Mediasi Gagal dan Gugatan Rp7 Miliar Berlanjut