Di sisi lain, pemulihan pascapersalinan tidak bisa instan. Butuh perhatian ekstra. dr. Leonita menerangkan setidaknya ada tiga pilar penting yang harus diperhatikan.
Pertama, soal nutrisi. Asupan makanan dan suplemen sangat krusial untuk ibu yang baru melahirkan. Sayangnya, masih banyak mitos pantangan makanan yang justru menyesatkan. Contohnya larangan makan daging. Padahal, protein dari daging justru vital untuk mempercepat penyembuhan jaringan luka pascabersalinan.
tandasnya.
Kedua, adalah kondisi mental. Dukungan psikologis dari keluarga dan orang terdekat punya peran besar. Ibu baru biasanya masih berjuang beradaptasi dengan perubahan tubuh dan gejolak hormon yang tidak stabil. Dukungan emosional ini bisa mempercepat proses pemulihan secara keseluruhan.
Terakhir, jangan remehkan peralatan pendukung. Korset, pompa ASI, hingga bra menyusui yang nyaman bukan sekadar aksesori. Alat-alat ini membantu ibu merasa lebih nyaman secara fisik. Dan ketika keluhan fisik berkurang, kebahagiaan pun lebih mudah diraih yang pada akhirnya juga dirasakan oleh sang bayi.
Jadi, sudah jelas kan? Sakit punggung pascacaesar nyatanya tidak ada hubungannya dengan jarum bius. Persoalannya lebih pada perubahan tubuh selama kehamilan dan adaptasi setelahnya. Pemulihan yang baik butuh kombinasi tepat antara nutrisi, dukungan mental, dan alat bantu yang sesuai.
Artikel Terkait
Lamaran Dipaksakan, Gadis 22 Tahun Baru Tersenyum Saat Diberi Skincare Mewah
El Rumi dan Syifa Hadju Gelar Sesi Prewedding di Keraton Solo
Sulthon Raih Juara 1 Cahaya Muda Indonesia, Bawa Pulang Rp40 Juta dan Paket Umrah
Influencer Bude Wellness Klaim TBC Sembuh dengan Herbal, Ahli Rujukannya Bantah