Meskipun demikian, dia belum dapat memastikan waktu kedatangan kargo ketiga impor BBM oleh Pertamina untuk BP-AKR di Indonesia. "Kita doakan semoga yang ketiga disetujui juga. Ini masih dalam tahap indikasi, namun merupakan indikasi yang positif," tegas Laode.
Sementara itu, perusahaan SPBU swasta lainnya seperti PT Shell Indonesia dan PT Vivo Energy Indonesia belum menunjukkan kemajuan berarti dalam negosiasi pembelian BBM dengan Pertamina. Pemerintah menegaskan tidak ikut campur dalam kendala negosiasi antar badan usaha yang berlangsung secara business to business (B2B).
Laode menambahkan bahwa negosiasi antara Pertamina dengan SPBU Shell dan Vivo masih berlangsung. Namun, pembahasan dengan Vivo dikabarkan sudah mulai menunjukkan titik terang. Volume pembelian yang akan disepakati Vivo kemungkinan sama dengan kesepakatan sebelumnya, yaitu satu kargo atau 100 ribu barel.
Untuk Shell, Laode menyatakan bahwa proses masih berjalan dan akan dilakukan diskusi lebih lanjut dengan perusahaan tersebut mengenai potensi kerjasama pembelian BBM Pertamina di masa mendatang.
Artikel Terkait
BEI Resmi Delisting Saham Sritex Mulai 2026, Lo Kheng Hong Tercatat Sebagai Pemegang Saham
Analis Proyeksikan Guncangan Pasar Global, Rupiah Tertekan hingga Level 17.000
Harga Emas Antam di Pegadaian Naik Tipis, Dua Produk Lainnya Stabil
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 2,86 Juta per Gram