BP-AKR Tambah Pembelian BBM Pertamina Jadi 300 Ribu Barell

- Rabu, 12 November 2025 | 20:36 WIB
BP-AKR Tambah Pembelian BBM Pertamina Jadi 300 Ribu Barell

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi bahwa PT Aneka Petroindo Raya (APR) atau SPBU BP-AKR akan meningkatkan pembelian bahan bakar minyak (BBM) murni dari PT Pertamina Patra Niaga. Transaksi ini menambah total pengadaan menjadi tiga kargo BBM.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Laode Sulaeman, menyatakan bahwa BP-AKR saat ini merupakan satu-satunya perusahaan SPBU swasta yang telah menyepakati pembelian BBM dari Pertamina. Langkah ini menjadi perkembangan signifikan dalam pasokan BBM di Indonesia.

Berdasarkan kesepakatan awal, BP-AKR telah membeli satu kargo BBM senilai 100 ribu barel melalui kuota impor Pertamina. Perusahaan kemudian menambah pembelian dengan satu kargo tambahan yang rencananya tiba pada pekan ketiga November 2025.

Laode mengungkapkan lebih lanjut bahwa perusahaan swasta tersebut berencana menambah pembelian BBM dari Pertamina sebanyak satu kargo lagi, sehingga total pembelian mencapai tiga kargo atau setara 300 ribu barel.

"BP-AKR telah memesan dua kargo masing-masing 100 ribu barel, dan kami mendengar akan ada kargo ketiga. Benar, totalnya menjadi 300 ribu barel," jelas Laode dalam pertemuan di kompleks parlemen, Rabu (12/11).

Meskipun demikian, dia belum dapat memastikan waktu kedatangan kargo ketiga impor BBM oleh Pertamina untuk BP-AKR di Indonesia. "Kita doakan semoga yang ketiga disetujui juga. Ini masih dalam tahap indikasi, namun merupakan indikasi yang positif," tegas Laode.

Sementara itu, perusahaan SPBU swasta lainnya seperti PT Shell Indonesia dan PT Vivo Energy Indonesia belum menunjukkan kemajuan berarti dalam negosiasi pembelian BBM dengan Pertamina. Pemerintah menegaskan tidak ikut campur dalam kendala negosiasi antar badan usaha yang berlangsung secara business to business (B2B).

Laode menambahkan bahwa negosiasi antara Pertamina dengan SPBU Shell dan Vivo masih berlangsung. Namun, pembahasan dengan Vivo dikabarkan sudah mulai menunjukkan titik terang. Volume pembelian yang akan disepakati Vivo kemungkinan sama dengan kesepakatan sebelumnya, yaitu satu kargo atau 100 ribu barel.

Untuk Shell, Laode menyatakan bahwa proses masih berjalan dan akan dilakukan diskusi lebih lanjut dengan perusahaan tersebut mengenai potensi kerjasama pembelian BBM Pertamina di masa mendatang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar