PTPP Divestasi 81% Saham PP Infrastruktur Senilai Rp1,41 Triliun: Strategi & Dampaknya

- Rabu, 12 November 2025 | 10:45 WIB
PTPP Divestasi 81% Saham PP Infrastruktur Senilai Rp1,41 Triliun: Strategi & Dampaknya
PTPP Divestasi 81% Saham PP Infrastruktur - Strategi Fokus ke Bisnis Inti

PTPP Lepas Mayoritas Saham PP Infrastruktur demi Fokus ke Bisnis Inti

PT PP (Persero) Tbk, BUMN konstruksi terkemuka, mengambil langkah strategis dengan melakukan divestasi besar-besaran atas saham anak usahanya, PT PP Infrastruktur (PPIN). Perusahaan berencana melepas 81 persen kepemilikan sahamnya di PPIN kepada PT Varsha Zamindo Laksana (VZL).

Nilai Transaksi dan Perubahan Kepemilikan

Transaksi divestasi saham PPIN ini dilakukan dengan nilai yang signifikan, yaitu sebesar Rp1,41 triliun. Dengan disetujuinya penjualan saham ini, struktur kepemilikan PTPP di PPIN akan mengalami perubahan drastis. Kepemilikan PTPP yang sebelumnya mencapai 99,15 persen akan menyusut menjadi hanya 18,15 persen setelah transaksi selesai.

Tujuan Strategis Divestasi PTPP

Langkah divestasi ini merupakan bagian dari strategi corporate action PTPP untuk melakukan efisiensi operasional dan penataan portofolio investasi. Manajemen PTPP menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk lebih memfokuskan sumber daya perusahaan pada lini bisnis inti, yang meliputi:

  • Konstruksi gedung
  • Konstruksi infrastruktur
  • Engineering, Procurement, and Construction (EPC)

Bisnis inti inilah yang saat ini menjadi penyumbang utama pendapatan PTPP, dengan kontribusi lebih dari 80 persen.

Alokasi Dana Hasil Divestasi

Dana segar yang diperoleh dari hasil divestasi saham PPIN ini rencananya akan dialokasikan untuk memperkuat fundamental keuangan PTPP. Pemanfaatan dana tersebut akan difokuskan pada:

  • Memperkuat posisi kas dan likuiditas perusahaan
  • Meningkatkan arus kas operasional
  • Mendukung pengembangan dan pertumbuhan bisnis inti
  • Berkontribusi pada pengurangan beban utang dan biaya keuangan

Dengan struktur keuangan yang lebih sehat, profitabilitas perseroan diharapkan dapat meningkat.

Kinerja PPIN dan Kategori Transaksi

Hingga laporan keuangan 30 Juni 2025, PPIN tercatat mencetak laba bersih sebesar Rp71,16 miliar. Angka ini justru lebih tinggi dari laba bersih konsolidasian PTPP yang berada di posisi Rp51,27 miliar. Artinya, kontribusi laba PPIN terhadap laba bersih induk perusahaannya mencapai 138,82 persen.

Karena besarnya nilai transaksi dan kontribusi PPIN, penjualan saham ini dikategorikan sebagai transaksi material. Kategori ini sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dalam POJK No.17/2020, karena nilai transaksi melebihi 20 persen dari ekuitas perseroan.

Profil PT PP Infrastruktur (PPIN)

PT PP Infrastruktur adalah anak usaha PTPP yang mulai beroperasi pada awal tahun 2016. Fokus bisnis PPIN adalah pada pengelolaan aset dan investasi di sektor infrastruktur strategis. Portofolio proyek yang ditangani PPIN cukup beragam, mencakup:

  • Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)
  • Jaringan telekomunikasi dan fiber optik
  • Jalan tol
  • Infrastruktur gas dan logistik
  • Pengembangan serta pengelolaan pelabuhan

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar