Target 100% Rasio Elektrifikasi Indonesia: Strategi Pemerataan Listrik Hingga 2030
Pemerintah Indonesia menargetkan rasio elektrifikasi 100% pada tahun 2030, mengakhiri ketertinggalan akses listrik di daerah terpencil. Berdasarkan data Kementerian ESDM, capaian rasio elektrifikasi nasional telah mencapai 98,53% hingga semester I 2025, menyisakan sekitar 1,47% rumah tangga terutama di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) yang belum menikmati listrik.
Komitmen Pemerintah dalam Pemerataan Listrik
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan masalah elektrifikasi di daerah 3T. "Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, seluruh desa dan dusun harus teraliri listrik paling lambat 2030. Tidak boleh lagi ada anak bangsa yang tidak merasakan fasilitas layak untuk pendidikan, kesehatan, dan perekonomian," tegas Bahlil dalam berbagai kesempatan.
Program Listrik Desa (Lisdes) untuk 10.068 Lokasi
Program Listrik Desa (Lisdes) menjadi fokus utama dengan target penyelesaian 5.700 desa dan 4.400 dusun. Hingga 2029, Kementerian ESDM akan memperluas akses listrik melalui Lisdes di 10.068 lokasi yang menjangkau 1,28 juta calon pelanggan. Pada tahun 2025 saja, program ini menargetkan penyediaan akses listrik di 1.285 lokasi untuk 77.616 pelanggan.
Artikel Terkait
Tambang Nikel Hengjaya di Morowali Dihentikan Sementara Usai Kecelakaan Kerja Tewaskan Pekerja
Harga Emas Anjlok 2,84%, Tertekan Dolar AS dan Ketegangan Timur Tengah
Harga Minyak Melonjak Lagi Usai Harapan Damai Timur Tengah Meredup
Wall Street Anjlok Didorong Keraguan Trump atas Perundingan Damai dengan Iran