ESDM Sinyalir Penambahan Kuota Impor BBM untuk SPBU Swasta 2026
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan sinyal akan menambah kuota impor Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk SPBU swasta pada tahun 2026. Kebijakan ini dipertimbangkan berdasarkan proyeksi konsumsi BBM tahun 2025 yang sedang dihitung oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.
Proyeksi Kebutuhan BBM 2025 Jadi Dasar Pertimbangan
Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa pola penambahan kuota kemungkinan akan mirip dengan tahun ini, yaitu sekitar 100 plus 10 persen. Namun, dasar perhitungannya akan menggunakan proyeksi konsumsi BBM tahun 2025, bukan tahun 2024.
"Kita akan mengevaluasinya bahkan konsumsi dia sampai dengan proyeksi tahun 2025," jelas Laode pada Minggu (9/11/2025).
Kekurangan Pasokan di SPBU Swasta Jadi Perhatian
Penambahan kuota impor BBM ini juga menanggapi keluhan kekurangan pasokan yang belakangan terjadi di sejumlah SPBU swasta. Meski persentase kenaikannya diperkirakan sama, jumlah absolutnya dipastikan akan lebih besar untuk mengatasi masalah pasokan tersebut.
Proyeksi Rampung Akhir November 2025
Besaran pasti kuota impor BBM untuk SPBU swasta tahun 2026 belum dapat ditetapkan. Laode menyebutkan bahwa proyeksi konsumsi BBM SPBU swasta tahun 2025 diperkirakan baru akan selesai pada akhir November mendatang.
Perhitungan ini juga mempertimbangkan pola kenaikan konsumsi BBM selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang biasanya terjadi setiap tahun. Meski demikian, Laode menegaskan bahwa stok BBM saat ini masih dalam kondisi aman.
Artikel Terkait
IHSG Melonjak 3,14 Persen, Saham Bank dan Konglomerasi Dorong Rebound
Bursa Asia Terpuruk, Harga Minyak Melonjak Akibat Serangan AS ke Iran
IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Level 5.744, Mayoritas Sektor Tertekan
Harga Emas Antam Kembali Turun, Buyback Terkoreksi Rp40.000 per Gram