Normalisasi Kali Krukut 2026: Target DKI Kurangi Banjir 50%

- Sabtu, 08 November 2025 | 06:20 WIB
Normalisasi Kali Krukut 2026: Target DKI Kurangi Banjir 50%
Normalisasi Kali Krukut Dimulai 2026: Strategi DKI Jakarta Atasi Banjir

Normalisasi Kali Krukut Dimulai 2026, Targetkan Pengurangan Banjir 50%

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung akan segera melakukan normalisasi Kali Krukut di Jakarta Selatan. Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap peristiwa banjir yang melanda kawasan tersebut.

Jadwal dan Skema Pembebasan Lahan

Staf Khusus Gubernur DKI Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, mengonfirmasi bahwa proses pembebasan lahan di sepanjang badan Kali Krukut akan dimulai pada tahun 2026. Proses ini akan dilakukan secara bertahap dan humanis.

"Bangunan yang berada di badan Kali Krukut akan dibebaskan lahan mulai 2026 melalui proses penetapan lokasi (penlok) dan normalisasi bertahap. Tidak dibongkar sekaligus dan dengan pendekatan humanis: dialog, kompensasi layak, dan relokasi jika perlu," jelas Chico.

Pendekatan Humanis dan Koordinasi Pemerintah

Pembebasan lahan untuk normalisasi Kali Krukut akan mengadopsi skema yang sama seperti yang diterapkan pada proyek normalisasi Sungai Ciliwung. Proses ini dikoordinasikan secara langsung antara Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Pendekatan sama diterapkan di sungai lain seperti Kali Ciliwung. Semua dikoordinasikan Dinas SDA DKI dan Kementerian PUPR," tambah Chico.

Target Pengurangan Banjir Jangka Menengah

Kebijakan normalisasi ini memiliki tujuan strategis jangka menengah. Pemerintah berharap dapat mengembalikan fungsi sungai sebagai saluran drainase utama dan secara signifikan mengurangi risiko banjir di Ibu Kota.

"Tujuan kembalikan fungsi sungai, kurangi banjir hingga 50% dalam 3-5 tahun," ungkap Chico.

Dampak Signifikan bagi Kawasan Jakarta Selatan

Gubernur Pramono Anung sebelumnya telah meninjau langsung lokasi Kali Krukut. Beliau menegaskan bahwa normalisasi sungai ini sangat krusial untuk mencegah luapan air yang kerap menyebabkan banjir hingga ke kawasan komersial seperti Kemang.

"Ini kalau di sini banjir, sampai dengan Kemang Village dan sebagainya, pasti akan terdampak banjir karena airnya tidak bisa turun. Airnya tidak bisa mengalir," kata Pramono.

Beliau juga menjelaskan bahwa aliran Kali Krukut yang bertemu dengan Kali Mampang membuat normalisasi di lokasi ini akan memberikan dampak penanganan banjir yang cepat dan signifikan bagi wilayah sekitarnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar