Restrukturisasi keuangan Garuda Indonesia ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya di tahun 2022. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperbaiki struktur permodalan dan meningkatkan likuiditas perusahaan.
Rencana penerbitan saham baru Garuda Indonesia akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dijadwalkan pada 12 November 2025. Perseroan memastikan langkah ini telah mendapatkan persetujuan dari BP BUMN dan Presiden RI.
Dengan implementasi PMTHMETD ini, manajemen memproyeksikan perbaikan signifikan pada laporan keuangan Garuda Indonesia. Ekuitas perusahaan diprediksi akan kembali positif menjadi USD 183 juta di akhir 2025, sementara rasio lancar diperkirakan meningkat dari 0,44 kali menjadi 1,22 kali.
Artikel Terkait
Laba Bersih Amman Mineral Anjlok 60% di Tengah Masa Transisi Operasional
Laba Bersih Chandra Asri Melonjak 2.662% Jadi Rp 23,8 Triliun pada 2025
IHSG Berbalik Anjlok 1,21% di Sesi I, Sektor Energi dan Industri Tertekan
Laba Bersih DGWG Tembus Rp218,85 Miliar di 2025, Didongkrak Pendapatan Rekor