Jamkrindo Perkuat Literasi Industri Penjaminan dan Dukung 4,2 Juta UMKM
PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), anggota holding Indonesia Financial Group (IFG), kembali menggelar program literasi keuangan dengan menyasar kalangan akademisi. Kali ini, Jamkrindo memperkenalkan industri penjaminan dan model bisnisnya kepada ratusan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas di Padang, Sumatera Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Jamkrindo untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai peran vital industri penjaminan dalam ekosistem lembaga keuangan di Indonesia.
Kolaborasi dengan Dunia Pendidikan
Sebagai perusahaan dengan pangsa pasar terbesar di industri penjaminan nasional, Jamkrindo secara konsisten menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Kehadiran Jamkrindo di Universitas Andalas bertepatan dengan penyelenggaraan kegiatan Pekan Peradilan Semu Mahasiswa Fakultas Hukum.
Dalam Seminar Nasional bertajuk "Politik Hukum Perampasan Aset sebagai Penguatan Sistem Keuangan", Plt Direktur Utama PT Jamkrindo, Abdul Bari, hadir sebagai pembicara kunci. Beliau membawakan subtema "Literasi Industri Penjaminan dan Kontribusi PT Jamkrindo bagi Perekonomian Nasional".
Peran Strategis Jamkrindo bagi UMKM
Abdul Bari menjelaskan peran fundamental Jamkrindo dalam menjembatani akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta koperasi (UMKMK).
"Sebagian UMKM berada dalam kategori not feasible dan not bankable, sebagian lagi berada dalam kategori feasible but not bankable. Jamkrindo berperan membantu UMKM yang masuk kategori feasible but not bankable agar memenuhi syarat mendapatkan pinjaman atau pembiayaan dari lembaga keuangan," jelas Abdul Bari.
Setelah naik kelas menjadi feasible and bankable, UMKM yang sebelumnya mendapat penjaminan untuk kredit program pemerintah, dapat mengakses pinjaman dengan suku bunga komersial.
Kontribusi Nyata bagi Perekonomian Nasional
Fokus Jamkrindo dalam mendorong sektor UMKM tidak hanya merupakan mandat dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Penjaminan, tetapi juga bentuk dukungan nyata terhadap sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.
Data menunjukkan bahwa sektor UMKM menyumbang 67 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 97 persen tenaga kerja di Indonesia.
Capain Kinerja Penjaminan Januari-September 2025
Hingga September 2025, Jamkrindo telah mencatatkan volume penjaminan sebesar Rp 186,75 triliun. Penjaminan ini telah menjangkau 4,2 juta UMKM dan berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 11,69 juta orang.
Rincian volume penjaminan tersebut didominasi oleh:
- Penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR): Rp 116,5 triliun
- Penjaminan Kredit Konsumtif: Rp 29,2 triliun
- Penjaminan Kredit Produktif: Rp 24,5 triliun
- Penjaminan Kontra Bank Garansi dan Suretyship: Rp 16,4 triliun
Khusus untuk penjaminan KUR, pada periode Januari-September 2025, jumlah UMKM yang terjamin mencapai 1,8 juta usaha dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 8,89 juta orang.
"Data-data ini sekaligus menegaskan komitmen dan kontribusi Jamkrindo dalam mendukung Asta Cita Pemerintah," tegas Abdul Bari.
Artikel Terkait
OJK Tegaskan Dugaan Pelanggaran PIPA Terjadi Pasca-Listing, Bukan pada Tahap IPO
Thomas Djiwandono Resmi Dilantik sebagai Deputi Gubernur BI Periode 2026-2031
OJK Catat Aksi Jual Asing Rp1,14 Triliun, Likuiditas Pasar Tetap Tinggi
OJK Catat Aksi Jual Asing Berlanjut, Likuiditas Pasar Tetap Tinggi